WRONG MOTIVES

Sabtu,07 November 2020

BACAAN ALKITAB HARI INI

2 Korintus 5:12-16

BACAAN NDC BIBLE STUDY

Yeremia 37

AYAT HAFALAN

Mazmur 26:2

RENUNGAN INSPIRASI

Abraham Maslow adalah salah satu pelopor di bidang Psikologi. Dalam buku yang ditulisnya di tahun 1954, Motivation and Personality, Maslow percaya bahwa setiap tindakan manusia didorong oleh motif pribadi, dan aktualisasi diri adalah motif yang tertinggi dari semua motif yang ada: fisiologis (lapar, haus, tempat tinggal, dan lainnya), keselamatan (keamanan, perlindungan dari bahaya fisik dan emosional), sosial (kasih sayang, milik, penerimaan, persahabatan), ego (harga diri, otonomi, prestasi, status, pengakuan, perhatian).
    Namun jauh sebelum Maslow, Rasul Paulus telah menulis tentang motif, dan motif Paulus bertentangan dengan semua yang disebutkan Maslow. Dalam pelayanannya, Paulus sering melupakan kebutuhan fisiologisnya dengan menahan lapar dan tidak memiliki tempat tinggal. Ia melupakan keselamatannya sendiri, karena seberapa sering ia dipukuli dan dipenjara. Ia pun menjadi orang buangan sosial dan meninggalkan semua pengakuan oleh orang-orang yang dianggap penting oleh dunia di sekitarnya. Aktualisasi dirinya dicapai bukan dengan menemukan dirinya sendiri, tetapi dengan kehilangan dirinya sendiri kepada Yesus. Bagaimana dengan kita? Motif yang salah dengan mudah mempengaruhi kita karena seperti yang disebutkan Maslow, sebagai manusia kita  sangat dipengaruhi oleh motif-motif pribadi. Bahkan saat berdoa pun terkadang motif kita tercampur dengan motif-motif pribadi tersebut. Kalau kita membuka motif pelayanan kita, apa yang akan kita temukan? Motif yang benar, baik untuk pelayanan maupun doa-doa kita,  adalah untuk memuliakan Tuhan, namun seringkali motif kita adalah tentang diri kita sendiri, kesuksesan kita, reputasi, dan agar diterima atau dianggap baik atau penting. Kita dapat mengucapkan kata-kata yang benar dan melakukan hal-hal yang benar dengan motif yang belum tentu benar. Tetapi, tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan. Ia mengetahui hati kita yang terdalam (Amsal 16: 2). Mintalah pertolongan Tuhan untuk menguji motif dan menyelidiki hati kita, dan periksalah diri kita sendiri dengan pertanyaan: “Siapa yang menjadi tujuan penghormatan dari semua pelayanan dan doa kita, Tuhan atau diri kita sendiri? Apakah tujuan kita adalah untuk melakukan kehendak Tuhan dan menyukakan hati-Nya?  Biarlah hari demi hari, motif kita semakin dimurnikan. [EH]

REFLEKSI DIRI

1. Apa yang seharusnya menjadi motif dalam pelayanan dan doa kita?
2. Apakah motif Anda dalam pelayanan atau doa sering tercampur dengan motif pribadi? Bagaimana cara Anda memurnikan motif Anda?

POKOK DOA

Bapa di sorga, uji dan selidiki hatiku saat aku melayani maupun berdoa agar selalu murni di hapadan Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin

YANG HARUS DILAKUKAN

Melakukan kehendak Tuhan dan memuliakan Tuhan dalam pelayanan dan setiap doa.

HIKMAT HARI INI

Manusia melihat tindakan Anda, tetapi Tuhan melihat motif Anda. Tuhan melihat hati.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com