BERKAT UTAMA DALAM PERNIKAHAN

Selasa,02 Februari 2021

BACAAN NDC BIBLE STUDY

Hosea 7

AYAT HAFALAN

Lukas 1:6-7

RENUNGAN INSPIRASI

Agustinus sebagai salah satu pemikir kristiani berpendapat bahwa ada tiga berkat dalam pernikahan, yaitu keturunan, iman, dan sakramen. Cukup menarik, bahwa dari ketiga hal ini, menurutnya sakramen adalah berkat terbesar. Jadi menikah tanpa memiliki keturunan dan iman adalah hal yang mungkin, tetapi tak mungkin dapat menikah tanpa komitmen yang permanen, yang ditunjukkan melalui sakramen. Adapun aspek sakramental dari pernikahan itu ialah menunjukkan hubungan Kristus dengan jemaat di dalam pernikahan.  
Dari hal ini kita belajar bahwa ketiadaan anak dalam pernikahan bukanlah masalah besar. Sayangnya, ketiadaan anak sering menjadi akar masalah dalam sebuah pernikahan. Alkitab memberi kita sebuah pandangan melalui kisah Elisabet dan Zakharia yang dapat menjadi contoh nyata bagi kita. Mereka adalah pasangan yang dikaruniai anak pada masa tua mereka. Namun, Alkitab pun mencatat keadaan mereka sebelum mendapat anak, “Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.” (Lukas 1:6). Ini menjadi dasar bahwa ketiadaan anak seharusnya tidak menghalangi kebahagiaan pernikahan dan kualitas iman kepada Tuhan. Benar bahwa anak adalah anugerah dari Tuhan, namun jika tidak dikaruniai anak pun bukan berarti tidak mendapat berkat dalam pernikahan. Marilah kita melihat dari sisi lain, bahwa pasangan kita adalah berkat utama dalam pernikahan itu. Melalui pasangan itulah sebuah hubungan kudus bisa terjalin, yaitu hubungan yang menyatakan kasih Tuhan. Adakah saat-saat ini Anda dan pasangan begitu mendambakan kehadiran anak dalam rumah tangga Anda? Apakah hal itu menjadi pemicu masalah dalam rumah tangga Anda? Apakah ketidaan anak menjadi sumber ketidakharmonisan rumah tangga Anda? Sebagai pasangan Kristen yang dewasa, marilah kita tetap mensyukuri keadaan apa pun di dalam pernikahan. Tidak menjadi kecewa kepada Tuhan di tengah harapan-harapan yang tidak terwujud. Sebaliknya, seperti Elisabet dan Zakharia, tetap taat dan percaya meski dalam keadaan yang tak sesuai harapan. [RS] 

Bagaimanakah Anda memandang berkat dalam pernikahan selama ini? Apakah berkat utama dalam pernikahan Kristen? Sudahkah Anda senantiasa bersyukur untuk pasangan Anda sebagai berkat yang utama? Bagaimana Anda merealisasikannya?
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com