SHALL CLEAVE UNTO HIS WIFE

Kamis,04 Februari 2021

BACAAN NDC BIBLE STUDY

Hosea 9

AYAT HAFALAN

Kejadian 2:24

RENUNGAN INSPIRASI

Blueprint pernikahan yang otentik datang dari Allah sendiri. Sebuah konsep tentang hubungan yang menggambarkan sebuah hubungan yang Ilahi. Alkitab King James Version menerjemahkan Kejadian 2:24 begitu mendekati makna dalam bahasa aslinya: “Therefore shall a man leave his father and his mother, and shall cleave unto his wife: and they shall be one flesh.” Kata cleave yang dalam Alkitab Terjemahan Baru diterjemahkan dengan kata bersatu, dalam bahasa aslinya (dabaq) memiliki makna penyatuan yang tidak dapat dipisahkan lagi, seumpama penyatuan dua unsur yang menjadi satu senyawa baru di dalam ilmu kimia. Hal ini kemudian menjelaskan frasa berikutnya: shall be one flesh. Kata one (satu) digunakan kata ehad. Kata yang digunakan untuk menyatakan keesaan dari Allah Tritunggal. Ini semua menunjukkan bahwa pernikahan sebagai sebuah ikatan yang menyatukan dua pribadi, pria dan wanita, adalah sebuah ikatan yang sakral, sangat kuat dan memiliki makna yang sangat dalam. Pernikahan Kristen adalah sebuah ikatan perjanjian (covenant) kudus yang dipersatukan oleh Allah sendiri dan tidak boleh dipisahkan oleh apa pun kecuali oleh maut. 
Kebenaran tentang ikatan hubungan yang sangat kuat di dalam pernikahan ini harus membawa kita kepada pemahaman bahwa di dalam pernikahan harus ada proses penyatuan dua pribadi menjadi satu. Kesatuan di dalam hubungan suami dan isteri adalah sebuah kesatuan yang harus dimulai dari penyatuan roh, jiwa, baru kemudian tubuh. Kesatuan di dalam roh harus dibangun dalam hubungan yang intim dengan Tuhan. Suami dan isteri, selain masing-masing harus memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan, juga perlu untuk membangun hubungan dengan Tuhan secara bersama-sama. Milikilah waktu untuk berdoa, memuji, dan menyembah Tuhan bersama-sama sebagai suami dan isteri. Saat suami-isteri secara bersama-sama tumbuh dalam keintiman dengan Tuhan, maka hubungan mereka pun akan semakin kuat dan suami-isteri akan benar-benar menjadi satu kesatuan di hadapan Tuhan. Sudahkah Anda dan pasangan Anda membangun mezbah bersama-sama untuk memuji, menyembah, dan berdoa kepada Tuhan? Pernikahan yang kuat dimulai dengan penyatuan dua pribadi secara roh di dalam Tuhan. Inilah tujuan dari pernikahan yang dirancang Allah, yaitu penyatuan dua pribadi yang berbeda menuju keserupaan dengan Allah. (HS)

Tuliskanlah langkah-langkah yang Anda persiapkan dan lakukan untuk membangun kembali mezbah penyembahan kepada Tuhan bersama pasangan Anda.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com