MENGATASI LONG DISTANCE MARRIAGE

Rabu,10 Februari 2021

BACAAN NDC BIBLE STUDY

Yoel 1

AYAT HAFALAN

Ibrani 13:4

RENUNGAN INSPIRASI

Suatu hari pagi-pagi sekali, seorang pemilik toko bunga kedatangan seorang pria yang sedang dalam perjalanannya ke airport. Ia berkata bahwa biasanya ia membawakan istrinya buket bunga setiap hari Jumat. Karena akan pergi ke Afghanistan untuk menjalankan tugas dinasnya sebagai tentara selama 1 tahun, sang pria lantas membeli 52 buket bunga untuk dikirimkan kepada istrinya setiap hari Jumat, selama 52 minggu berikutnya sampai ia kembali. Pada hubungan yang normal, tidak ada yang mau tinggal jauh dari pasangannya, terutama setelah menikah. Namun seringkali kita dihadapkan pada berbagai pilihan yang tidak ideal. Alasan utama yang paling sering menyebabkan Long Distance Marriage (LDM) adalah karena tuntutan pekerjaan atau karir. 
Ketika LDM tidak dapat dihindari, hal yang tetap dapat dilakukan setiap pasangan adalah mengupayakan hubungan pernikahan yang tetap hangat dan sehat agar ikatan pernikahan tersebut jangan sampai goyah karena alasan jarak. Hal pertama yang harus selalu menjadi mindset setiap pasangan LDM adalah bahwa Anda telah terikat perjanjian sehidup semati di hadapan Tuhan, Anda bukan lagi dua melainkan satu. Oleh karena itu, masing-masing pasangan harus tetap menjalani hubungan dengan komitmen saling percaya, saling menerima, dan saling menghargai. Teruslah mohon pimpinan Tuhan dalam pernikahan Anda agar senantiasa kuat dan teguh di dalam Dia. Hal kedua yang tidak kalah penting dalam LDM adalah komunikasi. Kunci dalam setiap hubungan adalah memberikan waktu khusus untuk berkomunikasi. Dalam kasus pasangan yang tengah menjalani hubungan jarak jauh, komunikasi ini harus lebih diperjelas secara verbal serta menggunakan bahasa maupun gaya komunikasi yang baik, yang sesuai situasi, kondisi, serta karakter pasangan Anda. Jangan lupa manfaatkan teknologi seperti fitur video call untuk tetap rutin bertatap muka secara virtual agar pasangan Anda dapat update mengenai kondisi kehidupan Anda. Penting diingat, dalam hubungan jarak jauh, jangan biarkan diri kita berekspektasi dan memendam kekecewaan. Utarakan apa yang Anda rasakan dan pikirkan tentang pasangan. Memahami bahasa kasih pasangan juga dapat membantu memelihara hubungan LDM. Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah buatlah kesepakatan kapan LDM akan berakhir. LDM yang terlalu lama akan membuat pernikahan menjadi dingin dan hambar. Sekalipun komunikasi berlangsung dengan baik, sekalipun ada bantuan teknologi yang paling canggih, tentunya kehadiran pasangan Anda secara fisik tak dapat tergantikan. [CK]

Menurut Anda, apakah komunikasi Anda dan pasangan dalam hubungan LDM sudah berjalan dengan baik? Tanyakan juga pada pasangan Anda, bagaimana perasaannya dalam menjalani hubungan LDM. Adakah tips yang dapat Anda bagikan dalam menjalani hubungan jarak jauh yang berhasil?
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com