FOR BETTER AND FOR WORSE

Jum'at,12 Februari 2021

BACAAN NDC BIBLE STUDY

Yoel 3

AYAT HAFALAN

Maleakhi 2:14

RENUNGAN INSPIRASI

Chris Spielman, seorang pemain bola terbaik di Liga Nasional Amerika menikah dengan Stefanie yang seorang model. Setelah menikah, Stefanie menjadi ibu rumah tangga. Suatu kali ketika hendak mulai musim pertandingan, Chris mendapat kabar bahwa istrinya menderita kanker payudara. Melihat keadaan tersebut, Chris memutuskan untuk berhenti bermain bola sementara waktu. Sejak itu, Chris mengambil alih semua pekerjaan yang biasa dilakukan oleh Stefanie, termasuk mengurus Stefanie dan anak mereka yang masih kecil. Dalam salah satu majalah internasional, Chris berkata, “Sepuluh tahun hidup keluarga kami hanya berpusat kepadaku, pekerjaanku selalu menjadi prioritasku. Stefanie selalu mendukungku, kini giliranku memberi dukungan penuh baginya. Suami seperti apa jika aku tak bisa melepas semua itu demi Stefanie ketika ia jatuh sakit? Ini tanggung jawabku.” Stefanie meninggal pada 19 November 2009, setelah penyakitnya kembali untuk kelima kalinya. Sampai di titik itu, Chris tetap menunjukkan kesetiaan dalam pernikahannya.

“From this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health, until death do us part”, demikian sepenggal janji pernikahan. Faktanya dalam perjalanan pernikahan, kita pasti diperhadapkan dengan berbagai duka dan kesulitan yang akan menguji komitmen kita akan janji ini. Itulah sebabnya hubungan yang berkualitas hanya tercipta melalui penerimaan yang utuh terhadap keadaan kita yang tidak sempurna. Komitmen terhadap janji ini tentunya didasari oleh kasih kepada Kristus. Sebagaimana telah dijelaskan Rasul Paulus bahwa hubungan pernikahan digambarkan seperti hubungan Kristus dan jemaat-Nya. Hanya dengan kasih Kristus-lah maka kita dimampukan untuk menerima pasangan kita apa pun keadaannya. Suami-istri yang saling mengasihi akan memiliki hubungan yang jauh lebih kuat melalui suka duka yang dihadapi dan dilewati bersama. Kesulitan dan duka apa yang sedang mewarnai pernikahan Anda? Apa pun keadaannya, peganglah janji pernikahan Anda! Ingatlah bahwa janji itu merupakan komitmen iman kita kepada Tuhan, yang adalah saksi dari hubungan pernikahan. Hadapilah suka duka pernikahan dengan pasangan, sebagai teman seperjanjian Anda! [RS]

Dalam hubungan pernikahan Anda, sudahkah Anda dan pasangan bisa saling menerima dan mengasihi dalam keadaan baik dan buruk? Komitmen atau hal apa saja yang akan dilakukan untuk mengokohkan janji pernikahan Anda dan pasangan?
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com