APA PUN TAK DAPAT MEMADAMKAN CINTA

Minggu,14 Februari 2021

BACAAN NDC BIBLE STUDY

Amos 2

AYAT HAFALAN

Kidung Agung 8:7a

RENUNGAN INSPIRASI

Di dalam Alkitab kita mendapati perjalanan cinta Mikhal, putri raja Saul. Awalnya Saul menawarkan Merab kepada Daud untuk menjadi istrinya dengan syarat ia harus mengalahkan orang Filistin, walaupun tujuan sebenarnya agar Daud mati di medan pertempuran. Kenyataannya, Daud menang dan Saul tidak menepati janjinya. Keadaan itu diketahui oleh Mikhal, dan ia tak mau kehilangan kesempatan. Alkitab mencatat, bahwa Mikhal jatuh cinta kepada Daud, dan ketika hal itu diberitahukan kepada Saul, maka ia pun menyetujui pernikahan Mikhal dengan Daud (1 Samuel 18:20). Meski mereka telah menikah, kebencian Saul kepada Daud tidak hilang. Suatu kali Saul berikhtiar membunuh Daud. Mikhal yang mengetahuinya segera memberitahu Daud agar ia bisa luput. Mikhal pun menurunkan Daud dari sebuah jendela sehingga Daud selamat (1 Samuel 19:12). Jendela itu menjadi saksi bisu kisah cinta Mikhal yang begitu mendalam kepada Daud. Seiring berjalannya waktu, di kisah yang lain kita mendapati bagaimana sikap Mikhal ketika tabut Tuhan dibawa masuk. Mikhal menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud menari-nari di hadapan Tuhan, dan ia memandang rendah Daud dalam hatinya. (2 Samuel 6:16). Jendela juga menjadi saksi bisu ketidaksenangannya kepada Daud. Dari tempat yang sama, bisa terjadi dua hal yang berbeda, dari hati yang sama awalnya ada rasa cinta, namun di lain waktu bisa muncul rasa sebaliknya. 

Hal yang sama bisa terjadi kepada kita. Awalnya kita begitu mencintai pasangan kita. Seiring berjalannya waktu, kita mendapati kekurangannya di berbagai area, kita merasa illfeel dan cinta itu pun seakan memudar. Firman hari ini menyampaikan bahwa, “Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya.” Ini berarti, bahwa sebenarnya kekurangan seperti apa pun yang kita dapati di dalam diri pasangan, seharusnya tidak bisa menjadi alasan kita menjadi illfeel apalagi sampai memadamkan cinta kita. Kuncinya adalah mengkomunikasikannya kepada pasangan dengan penuh hormat. Tetap pandang pasangan kita seperti dahulu kita mencintainya. Sebab cinta kita kepada pasangan merupakan wujud cinta kita kepada Tuhan, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan tunduklah kepada suamimu sebagaimana kepada Tuhan. Tetaplah mencintai, karena seharusnya apa pun tak dapat memadamkan cinta! [RS]

Ketika Anda berkomunikasi dengan penuh hormat tentang sikap-sikap pasangan yang mengganggu, bagaimana respon pasangan Anda? Komitmen apa yang sudah Anda buat dengan pasangan untuk tetap menjaga cinta?
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com