STAND FIRM TOGETHER

Senin,22 Februari 2021

BACAAN NDC BIBLE STUDY

Obaja 1

AYAT HAFALAN

Amos 3:3

RENUNGAN INSPIRASI

Dalam hubungan pernikahan, suami isteri kadang menghadapi ketidaksepakatan dalam menyelesaikan masalah. Proses pembentukan karakter yang variatif membuat pola pikir dan metode penyelesaian masalah berbeda satu sama lain. Hal ini tidak dapat dihindari dan dipungkiri, sebab penyelesaian masalah dalam rumah tangga merupakan pengalaman belajar seumur hidup. Dalam sebuah hubungan, masalah demi masalah akan timbul, dengan kompleksitas yang terus bertambah. Respon dan cara menghadapi masalah juga akan berbeda-beda tergantung konteks masalah. Inilah yang membuat hubungan suami isteri harus selalu dipimpin oleh Roh Kudus, masing-masing pribadi harus memiliki sikap yang takut akan Allah, dengan demikian setiap penyelesaian masalah berasal dari tuntunan Tuhan.

Yusuf dan Maria harus melewati banyaknya masalah, bahkan sebelum mereka menikah. Keduanya adalah pribadi yang takut akan Tuhan dan menyerahkan diri untuk dipimpin Roh Kudus. Ketika malaikat mendatangi Maria yang pada saat itu baru bertunangan dan mengatakan bahwa Maria akan mengandung bayi Yesus, Maria mengatakan, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Yusuf, dikatakan sebagai orang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya. Ketika Yusuf mempertimbangkan untuk menceraikan Maria diam-diam, Tuhan memberi petunjuk agar ia tetap menjadikan Maria sebagai istrinya, dan ia mentaati-Nya. Mereka harus menempuh perjalanan ke Betlehem dalam kondisi Maria sedang hamil, dan tidak ada tempat untuk bersalin ketika waktunya tiba. Sesudah bayi Yesus lahir, mereka harus ke Mesir untuk kabur dari kejaran Herodes. Ketika kembali ke Israel, mereka harus menghindari putra Herodes, sehingga mereka pergi ke Nazaret, Galilea. Bisakah Anda bayangkan tekanan yang dialami oleh Yusuf dan Maria? Mereka menempuh perjalanan panjang ratusan mil, berjalan kaki atau menggunakan keledai, melewati gunung, padang, belantara, membawa seorang bayi. Namun, setiap kali petunjuk Tuhan datang, tindakan Maria dan Yusuf selalu mengindikasikan kesepakatan. Tanpa kesepakatan, suami dan istri akan berjalan berlawanan arah. Perspektif yang dapat kita petik, suatu masalah dapat diminimalisir dan dilewati bersama-sama melalui sebuah kesepakatan. Pastikan Anda dan pasangan selalu melibatkan pimpinan Roh Kudus dalam menghadapi setiap permasalahan, agar ada damai sejahtera dalam setiap keputusan yang dibuat dan badai apa pun tidak dapat menggoyahkan pernikahan Anda. Kesepakatan yang berasal dari Tuhan tidak akan membuat pasangan saling menyalahkan atau menyakiti satu sama lain, justru membuat hubungan suami isteri semakin kokoh dalam menghadapi masalah apa pun. [KH&LS]

Apa yang biasanya Anda dan pasangan Anda lakukan ketika masalah terjadi dalam hubungan pernikahan? Langkah apa yang Anda ambil ketika ada masalah dalam hubungan pernikahan?
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com