PRAYING FOR REPENTANCE

Sabtu,18 September 2021

BACAAN ALKITAB HARI INI

Ibrani 7:22-25

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Lukas 22:32

RENUNGAN INSPIRASI

Pertobatan Agustinus tak lepas dari doa ibunya, Monika. Meski selalu mengajar kekristenan pada Agustinus, namun tingkah lakunya kerap menyusahkan. Tahun-tahun yang ia lalui tak pernah mudah karena Agustinus bahkan mengikuti ajaran sesat. Namun Monika tetap berdoa. Ia terus mengiring anaknya dalam doa yang tiada henti. Sampai pernah merasa lelah, Monika meminta seorang uskup agar berbicara pada Agustinus untuk keluar dari aliran sesat itu. Namun sang Uskup menolak. Monika terus saja memohon dengan berlinang air mata. Melihat kepedihan hati Monika akan putranya, Uskup itu pun berkata, “Pergilah. Jalani hidup Anda seperti sedia kala. Tak mungkin seorang anak dengan linangan air mata ibunya yang sedemikian akan tersesat!” Belakangan didapati Agustinus bertobat. Agustinus kembali pada ibunya, berkata bahwa kini tak ada lagi yang harus dilakukan karena permohonannya sepanjang hidup hanyalah melihat anaknya kembali pada Yesus. Sembilan hari kemudian Monika meninggal. Menurut sejarah, Agustinus telah mengubah alur sejarah melalui pemikirannya. Dan karyanya masih berbicara kepada generasi masa kini. Agustinus lebih dari sekadar bukti doa yang digenapi, ia bahkan menjadi alat Tuhan.
Mendoakan pertobatan sesama, khususnya orang terdekat kita adalah hal pokok. Bagi Yesus, pertobatan seseorang adalah hal yang paling berharga. Kita bisa melihat ajaran-Nya tentang domba, anak, dan dirham yang hilang. Betapa Ia memandang berharga keselamatan satu jiwa. Yesus pun memperjuangkan keselamatan sesama-Nya melalui doa. Yesus mendoakan Petrus agar imannya tidak gugur, sebelum naik ke Surga, Ia juga bersyafaat bagi kita. Sepanjang hidup-Nya dan bahkan sampai saat ini, Yesus pun masih bersyafaat bagi kita, “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka” (Ibrani 7:25). Inilah teladan kita! Kini kasih Allah telah dicurahkan di hati kita. Jika kasih itu benar-benar hidup di dalam kita, maka kita pun pasti berbelas kasih kepada sesama yang terhilang. Karenanya mendoakan pertobatan bukan sekadar kewajiban, namun menjadi hasrat terdalam hidup kita. Adakah orang terdekat Anda yang belum mengenal kasih Yesus? Sudahkah Anda mendoakannya? Mari bawalah mereka dalam doa-doa kita, menjadi permohonan sepanjang hidup kita. Jangan berhenti mendoakannya sampai mereka bertobat, sampai Tuhan menjamah hati mereka. Karena tak akan ada doa-doa pertobatan yang sia-sia. Hanya menunggu waktu-Nya, Ia pasti akan menjawab. [RS]

REFLEKSI DIRI

1. Apakah pertobatan sesama dan keluarga Anda adalah sesuatu yang begitu penting bagi Anda? Apa bukti bahwa Anda menganggapnya penting?
2. Mengapa kita harus mendoakan pertobatan sesama atau keluarga kita yang terhilang?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, betapa berharganya keselamatan satu jiwa bagimu. Semasa hidup dan sampai saat ini, Engkau telah menjadi teladan doa bagiku, kini aku pun mau menjadikan doa bagi sesamaku yang terhilang sebagai permohonan sepanjang hidupku. Dalam nama Yesus, Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Buatlah daftar nama orang-orang yang akan Anda doakan pertobatannya, bawa mereka di dalam doa secara rutin. Jadikanlah doa pertobatan sebagai permohonan sepanjang hidup.

HIKMAT HARI INI

“Hati sanubari Anda pasti akan tersentuh oleh sesama kita yang terhilang.” – Billy Graham
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com