LUST IS THE ROOT OF CONFLICT

Kamis,23 September 2021

BACAAN ALKITAB HARI INI

Yakobus 4:1-10

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Yakobus 4:1

RENUNGAN INSPIRASI

Dunia ini menawarkan banyak cara dalam menyelesaikan konflik, tapi cara dunia seringkali tidak membawa kedamaian sejati dan abadi bagi hubungan relasional antara kita dengan sesama. Di area permukaan, konfliknya tampak selesai, tapi benarkah hati kita selesai berkonflik? Itulah sebabnya kita perlu mempertimbangkan jalan Tuhan dalam menyelesaikan konflik. Tuhan mengatakan bahwa jalan-Nya bukanlah jalan kita, jalan-Nya jauh lebih tinggi dari jalan kita, dan terkadang tidak sesuai dengan jalan kita. Sebab bukan hanya menyelesaikan konflik, Tuhan ingin menyelesaikan akar masalahnya, yaitu hati kita.
Dalam buku berjudul Histories yang ditulis pada tahun 450-420-an SM, Herodotus melakukan penyelidikan sejarah penyebab perang dan menyimpulkan bahwa perang disebabkan dorongan tanpa henti untuk sebuah kekuasaan. Sejarawan Thucydides, mengatakan bahwa hal itu akan selalu terjadi selama sifat manusia tetap sama, penyebab semua kejahatan ini adalah nafsu yang muncul dari keserakahan dan ambisi. Alkitab kita jauh lebih dulu memperingatkan kita bahwa sumber konflik adalah hawa nafsu manusia yang saling berjuang di dalam tubuh. Kita terlalu egois, kita selalu mendahulukan kepentingan pribadi. Kita ingin memenangkan argumen, apapun yang kita inginkan harus kita miliki. Inilah akarnya, “Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.” (Yakobus 3:16). Ingat, menuruti hawa nafsu berarti menentang Allah, dan Ia sama sekali tidak dimuliakan oleh konflik kita. Sudah seharusnya kita selalu ingat persyaratan harian kita dalam mengikut Yesus yaitu menyangkal diri dan memikul salib. Jika hari ini Anda sedang menghadapi konflik dan nurani Anda mengharapkan kedamaian dari suatu hubungan, pertama-tama Anda perlu menilai motif Anda dengan jujur. Jangan duduk pasif dan membiarkan Iblis mengambil alih konflik Anda. Bertobatlah dari keegoisan kita yang penuh dosa, rendahkan diri di hadapan Tuhan dan tunduklah kepada-Nya. Dengan begitu, kita dapat menghindari bahkan mengatasi konflik secara dewasa dan objektif tanpa digerakkan hawa nafsu. [LS] 

REFLEKSI DIRI

1. Apakah Anda setuju bahwa hampir semua konflik relasional berakar dari salah satu atau kedua belah pihak yang tidak sepenuhnya tunduk pada Tuhan?
2. Apa langkah-langkah yang perlu Anda lakukan dalam mengatasi konflik?

POKOK DOA

Bapa, aku mau menggunakan cara-Mu untuk mengatasi konflik yang kualami. Aku sangat berduka cita atas segala dosa-dosaku. Ampuni segala hawa nafsuku ya Tuhan. Berikanku hikmat dan jalan keluar untuk mengatasi setiap konflik dengan sesama. Terima kasih Bapa. Di dalam nama Yesus aku memohon ampun. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Di dalam konflik, Anda perlu menilai motif Anda dengan jujur. Bertobatlah dari keegoisan kita yang penuh dosa, rendahkan diri di hadapan Tuhan dan tunduklah kepada-Nya. Atasi konflik dengan dewasa dan menilainya secara objektif tanpa digerakkan hawa nafsu.

HIKMAT HARI INI

Di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com