WORK SMARTLY HARD

Jum'at,22 Oktober 2021

BACAAN ALKITAB HARI INI

2 Timotius 2:1-7

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Amsal 20:4

RENUNGAN INSPIRASI

Saat berbicara di World Economic Forum di Davos, Swiss, pada tahun 2019, Jack Ma, pendiri perusahaan raksasa Alibaba asal negeri Tirai Bambu, berkata bahwa dalam memilih atau menyeleksi pekerja di perusahaannya, ia tidak pernah mencari calon karyawan yang pintar, memiliki prestasi akademik yang tinggi, lulusan perguruan tinggi terkemuka dengan predikat cum laude, atau sejenisnya. Jack Ma menegaskan bahwa kriteria untuk dapat bekerja di dalam perusahaannya adalah orang yang bisa bekerja cerdas, berjiwa inovatif dan pantang menyerah. Jack Ma mengungkapkan bahwa diantara delapan belas rekannya dalam mendirikan Alibaba dan menjadikannya sebagai raksasa e-commerce dunia, tidak satu pun lulusan universitas bergengsi. Bahkan ada yang pernah gagal dalam usahanya sebelum bergabung dengan Alibaba. Bagi Ma, gelar akademik tidaklah penting, karena kecerdasan sesungguhnya akan terlihat saat menghadapi tugas pekerjaan secara langsung, dan itu akan terlihat jelas dengan sikap ingin maju dan ingin belajar. Inilah yang disebut dengan bekerja keras dengan cerdas (Work Smartly Hard).
Prinsip yang dipegang Jack Ma ini bisa dikatakan benar dan prinsip ini bukanlah hal baru di dalam firman Tuhan. Kitab Amsal diawali dengan penjelasan tentang tujuan amsal untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda (Amsal 1:4). Orang yang cerdas adalah orang yang mau terus belajar, memiliki rasa keingintahuan yang sangat besar dan sikap hidup pantang menyerah. Orang pintar belum tentu cerdas, tetapi orang cerdas bisa menjadi pintar. Orang cerdas mengerti tentang waktu (timing) yang tepat dan akan berusaha sekuat tenaga untuk memanfaatkan waktu tersebut sebaik-baiknya. Orang yang bekerja dengan cerdas menggunakan otak, bukan berarti tidak bekerja dengan keras menggunakan ototnya. Amsal 20:4a mengatakan: “Pada musim dingin si pemalas tidak membajak.” Membajak ladang di musim dingin bukanlah pekerjaan yang ringan. Selain harus berhadapan dengan udara dingin yang menusuk tulang, kondisi tanah juga masih keras karena beku. Seorang petani yang cerdas memanfaatkan waktu di musim dingin dan siap bekerja keras mempersiapkan ladangnya untuk ditaburi benih, sehingga ketika waktu menuai tiba, ia bisa menikmati hasilnya. Inilah prinsip Work Smartly Hard yang alkitabiah. Jadilah pribadi yang bisa bekerja dengan cerdas, sekaligus berusaha semaksimal mungkin untuk mencari dan memanfaatkan setiap peluang yang ada. Biarlah dunia melihat apa yang kita kerjakan dan memuliakan Bapa. Anak-anak Tuhan harus menjadi pribadi yang produktif dan berdampak dimana pun kita ditempatkan. [HS]

REFLEKSI DIRI

1. Apa kata firman Tuhan tentang prinsip bekerja cerdas dan bekerja keras?
2. Bagaimana cara bekerja Anda selama ini? Apakah sudah sesuai dengan cara bekerja cerdas yang dimaksudkan oleh firman Tuhan? Jika belum, apa yang perlu Anda selaraskan?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, terima kasih untuk firman-Mu yang mengingatkanku agar tidak hanya sekedar mengandalkan kekuatan atau kepandaianku. Tetapi aku harus menjadi seorang yang siap untuk bekerja keras, sekaligus juga melakukan pekerjaanku dengan cerdas. Di atas segalanya, biarlah hanya kekuatan dan kuasa-Mulah yang kuandalkan setiap waktu. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Bekerja cerdas bukan berarti tidak bekerja keras. Bekerjalah dengan keras sedemikian rupa dan gunakanlah akal budi, kecerdasan yang Tuhan karuniakan kepada kita untuk mencapai hasil yang maksimal.

HIKMAT HARI INI

“Bekerja dengan cerdas bukan berarti mengerjakan lebih sedikit. Bekerja dengan cerdas artinya bekerja sekuat mungkin untuk hal-hal yang sungguh-sungguh penting dan menjadi prioritas.” – T. Hwi Siong
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com