SALEH YANG SALAH

Rabu,22 Juni 2022

BACAAN ALKITAB HARI INI

Efesus 2:8-9

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Ayub 4:6

RENUNGAN INSPIRASI

Ada kesalehan yang salah jika tidak dilihat dan dimaknai sesuai dengan sudut pandang firman Tuhan. Mari kita memahami dengan benar dan bagaimana kita bertindak saleh dalam kehidupan ini. Kesalehan bukanlah landasan iman kita untuk diselamatkan dan diberkati oleh Tuhan, seperti apa yang dikatakan bahwa kita diselamatkan oleh kasih karunia, yang merupakan pemberian Allah (Efesus 2:8-9). Serta apa yang dinyatakan oleh Nabi Yesaya bahwa, "Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor" (Yesaya 64:6). Kesalehan hidup kita tidak akan pernah cukup untuk membayar keselamatan yang kita peroleh melalui pengorbanan Yesus Kristus sendiri. Hal ini bukan berarti kita memandang rendah nilai dari kesalehan. Kita bahkan harus menjunjung tinggi kesalehan sebagaimana firman-Nya memerintahkan, "Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup" (2 Petrus 3:11).
Seyogianya kita menjadikan kesalehan berorientasi pada pribadi Tuhan sendiri. Jangan menjadikan kesalehan sebagai sandaran dan motivasi untuk diberkati dan dilindungi oleh Tuhan sebagaimana yang ada dalam pemikiran Elifas, sahabat Ayub, melalui perkataannya, "Bukankah takutmu akan Allah yang menjadi sandaranmu, dan kesalehan hidupmu menjadi pengharapanmu?" (Ayub 4:6). Kesalehan hidup adalah bukti cinta kepada Tuhan. Kesalehan sejati tidak mengharap imbalan tetapi hasrat hati kita untuk menyenangkan-Nya dan mempersembahkan hidup bagi-Nya sebagai ibadah yang sejati. Jauh dari sebuah tuntutan dan harapan, kesalehan seharusnya menjadi pengabdian kita kepada Tuhan. Kesukarelaan kita untuk menghormati-Nya dan menjaga kekudusan hidup sebagai anak yang telah ditebus dengan nyawa-Nya sendiri. Bagaimanapun juga Tuhan yang Mahabaik dan Mahakasih melihat kesalehan dan kesetiaan dari anak-anak-Nya yang takut akan Dia, sebagaimana dijanjikan oleh firman-Nya "TUHAN mengetahui hari-hari orang yang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya" (Mazmur 37:18). [RS]

REFLEKSI DIRI

1. Bagaimana pandangan Anda selama ini mengenai kesalehan hidup? Pernahkah Anda menjadikan kesalehan sebagai landasan untuk memperoleh berkat dan perlindungan Tuhan?
2. Sesuai dengan firman Tuhan, bagaimanakah seharusnya kita memandang dan menghidupi kesalehan?

POKOK DOA

Terima kasih Tuhan bahwa oleh kasih karunia-Mu aku diselamatkan, itu adalah pemberian-Mu. Karenanya aku hendak mempersembahkan kesalehan hidupku sebagai persembahan yang hidup dan berkenan bagi-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Jadikanlah kesalehan hidup kita sebagai wujud cinta dan persembahan yang hidup bagi Tuhan.

HIKMAT HARI INI

“Iman tidak pernah identik dengan kesalehan bahkan jika itu yang paling murni dan terbaik.” – Karl Barth
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com