PREPARING FOR WORSHIP

Selasa,22 November 2022

BACAAN ALKITAB HARI INI

Nehemia 9:1-2

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Pengkhotbah 5:1

RENUNGAN INSPIRASI

Tidak mungkin untuk tidak memperhatikan persiapan yang dilakukan orang Israel ketika mereka hendak beribadah. Tidak seperti realita yang terjadi di sekitar kita saat ini, beberapa orang hanya "jatuh" dari tempat tidur dan segera pergi pelayanan. Tak sedikit orang yang mengabaikan persiapan untuk beribadah, mengabaikan kehadiran dalam kelompok kecil, atau bahkan untuk renungan harian. Kita sudah tak heran dengan orang-orang yang meninggalkan kegiatan-kegiatan demikian dengan mengatakan, "Saya tidak dapat apa-apa dari itu." Seperti yang ditunjukkan dalam perumpamaan tentang seorang penabur di Matius 13, bahwa tidak ada yang salah dengan benih firman yang ditabur. Persoalannya adalah tanah hati kita. Layaknya bercocok tanam, tanah hati kita harus terlebih dahulu dibersihkan dari gulma atau rumput liar, kemudian dialiri air supaya gembur, dan dibajak terlebih dahulu. Oleh karena itu, persiapan adalah bagian dari ibadah yang sejati.
Pada hari yang kedua puluh empat bulan itu berkumpullah orang Israel dan berpuasa dengan mengenakan kain kabung dan dengan tanah di kepala. Mereka mengabaikan rasa lapar beberapa waktu sebelum beribadah. Berpuasa dalam Perjanjian Baru bukanlah kewajiban, tapi ini memberi kita pengertian untuk dapat berpuasa dalam bentuk lainnya, yaitu terhadap hal-hal yang dapat menuntut waktu, fokus, dan energi kita. Hal ini dimaksudkan untuk memfokuskan hati, jiwa, dan pikiran kita kepada Tuhan. Persiapan orang Israel lainnya adalah mengenakan kain kabung dan dengan tanah di kepala. Kain kabung adalah jenis pakaian yang murah, tidak nyaman, dan mereka menempelkan debu di kepala mereka. Ini adalah gambaran hati mereka yang berkabung di hadapan Tuhan. Mereka berduka atas dosa-dosa mereka. Inilah pentingnya masa persiapan untuk ibadah. Perenungan tentang Allah dan kejujuran atas kondisi kita mempersiapkan kita untuk mendekat kepada-Nya, untuk menerima rahmat dan belas kasih-Nya. Banyak orang tidak siap beribadah karena mereka tidak betul-betul merenungkan kondisi mereka dan kebutuhannya secara jujur. Masa persiapan ibadah itu bagaikan kontemplasi, yang tanpanya orang-orang hanya muncul di gereja tanpa harapan apa pun, tanpa permohonan doa apa pun, tanpa kesaksian apa pun, tanpa pemberian apa pun, dan akhirnya pulang tanpa perubahan apa pun. Karenanya, persiapan adalah bagian yang harus dilakukan semua orang percaya. Jangan lagi mengatakan "Saya tidak dapat apa-apa" ketika menghadiri CORE, jangan abaikan renungan harian, bila perlu berpuasalah. [LS]

REFLEKSI DIRI

1. Apa pentingnya persiapan dalam ibadah?
2. Apa cara yang Anda lakukan dalam mempersiapkan ibadah?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, aku bersyukur aku dapat memahami pentingnya masa persiapan dalam ibadah. Ampuniku yang selama ini menghadap-Mu dalam keadaan tidak siap. Aku mau memperbaiki diri dan senantiasa berada dalam keadaan siap untuk beribadah kepada-Mu. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Lakukan persiapan ibadah dengan cara menghadiri kelompok kecil rohani. Lakukan renungan harian setiap hari. Bila perlu berpuasalah.

HIKMAT HARI INI

Hasil dari sebuah ibadah selalu bergantung pada kesiapan hati para penyembah.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com