BETAPA SINGKATNYA HIDUP

Sabtu,14 Mei 2022

BACAAN ALKITAB HARI INI

Mazmur 90:1-12

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Mazmur 90:12

RENUNGAN INSPIRASI

Usia adalah batas waktu kita hidup di dunia ini. Jika berkaca pada awal penciptaan, ada perubahan yang mencolok mengenai usia manusia. Jika dahulu usia manusia bisa mencapai ratusan tahun, namun setelah itu seperti kata Musa bahwa masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.

Bacaan Alkitab kita hari ini merupakan isi doa dari Musa. Sebagaimana kita ketahui, sebagai pemimpin yang membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir, Musa tentu telah mengalami banyak keadaan. Mulai dari semangat membara untuk membawa kelepasan dari bangsa yang menindas mereka dengan begitu keji, pengharapan yang besar dalam mencapai janji Tuhan untuk menduduki suatu negeri yang berlimpah dengan susu dan madunya, sampai pada kenyataan di mana semua orang dewasa akhirnya lenyap kecuali Yosua dan Kaleb beserta anak-anak, yang kala itu belum juga memasuki Tanah Perjanjian. Berbagai pengalaman ini tentu mengajarkan banyak hal dalam hidupnya. Hingga Musa sampai kepada satu kesimpulan, betapa lemah dan fananya manusia di hadapan Allah. "Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: Kembalilah, hai anak-anak manusia ⦠Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh." Maka tanpa Tuhan kita bukanlah apa-apa, kita hanyalah debu. Dalam sudut pandang Allah, usia kita sangatlah singkat. Hari-hari hidup yang selalu kita banggakan dan perjuangkan ini pun akan melayang lenyap. Mari renungkan bagaimana cara hidup kita. Dalam batas waktu yang begitu singkat inilah, Musa mengajak kita untuk menyadari betapa sedikitnya hari-hari itu, sehingga kita menjalani hidup sebagaimana patutnya. Musa mengingatkan agar kita menyadari murka Tuhan akan akibat kemarahan-Nya, serta meminta kasih setia Tuhan melimpahi hidup kita. Musa memohon agar kemurahan Tuhan meneguhkan perbuatan tangan kita. Sudahkah doa-doa Musa ini menjadi doa kita dalam menjalani hari-hari yang begitu singkat ini? [RS]

REFLEKSI DIRI

1. Apakah Anda senantiasa menaruh rasa takut akan keadilan dan murka Tuhan dalam hidup ini? Dalam hal seperti apa konkritnya?
2. Apakah dalam doa-doa Anda, Anda senantiasa memohon kasih setia dan kemurahan Tuhan menyertai perjalanan hidup Anda?

POKOK DOA

Tuhan betapa sedikitnya hari-hariku! Tolonglah aku untuk menjalani hidup sebagaimana patutnya. Biar aku senantiasa menyadari murka akan kemarahan-Mu. Kiranya kasih setia dan kemurahan-Mu melimpahi perjalanan hidupku. Dalam nama Yesus, Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Pergunakanlah waktu yang ada untuk memuliakan Tuhan dengan menyadari keadilan Tuhan akan hidup yang singkat ini. Mintalah kasih setia dan kemurahan Tuhan menyertai perjalanan hidup kita.

HIKMAT HARI INI

“Hidup kami pendek karena kemarahan-Mu, tahun-tahun kami berakhir seperti hembusan napas.” – Musa
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com