STRESS IN MARRIAGE

Senin,20 Februari 2023

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Efesus 5:21

RENUNGAN INSPIRASI

"Dahulu kala, di sebuah negeri impian, hiduplah seorang pangeran tampan dan seorang putri cantik. Mereka jatuh cinta, menikah, dan hidup bahagia selamanya." Namun dalam kenyataannya, menikah dan hidup bahagia selamanya tidak selalu identik. Sudah lumrah di zaman sekarang, suami dan istri bekerja penuh waktu untuk memenuhi kebutuhan. Mereka disibukkan oleh pekerjaan, ditambah dengan pekerjaan rumah, tantangan mengasuh anak, penyakit, krisis keuangan, kehilangan pekerjaan dan berbagai macam perubahan. Jika sebelum menikah pasangan selalu berbicara berjam-jam tentang impian dan tujuan mereka, tetapi setelah menikah mereka hampir tidak berbicara sama sekali karena kesibukan dan beban hidup yang harus dihadapi. Banyak pasangan menikah tidak merasakan sukacita. Statistik bahkan menunjukkan tidak sedikit pasangan yang menyerah dan bercerai.

Dalam Alkitab New International Versions, rasul Paulus menulis di dalam 1 Korintus 7:28, "But those who marry will face many troubles in this life." Artinya, jika Anda menikah, maka pernikahan dan kehidupan keluarga Anda tidak lepas dari masalah dan tekanan. Keadaan ini dapat menyebabkan emosi yang dapat menimbulkan kemarahan, kekecewaan, ketakutan, depresi, atau kebingungan. Di bawah tekanan, kita cenderung membentak anak atau pasangan kita, mendorong mereka menjauh saat pikiran kita disibukkan dengan masalah kita. Masalah kecil dapat dengan mudah berubah menjadi masalah yang lebih besar. Namun, jangan sampai kita dikendalikan oleh masalah. Masalah adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, dan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Jika kita menilai bahwa penyebab masalah adalah pernikahan, pasangan, orang tua atau anak kita, kita harus ingat bahwa di dalam pernikahan dan keluarga harus selalu ada kasih yang ditunjukkan melalui kesabaran, kebaikan, kesetiaan, dan rahmat, yang didasarkan pada tujuan perjanjian Allah untuk pernikahan. Saat menghadapi masalah, pertama-tama kita perlu menilai kehidupan pribadi kita dan hubungan kita dengan Tuhan, memastikan bahwa kita sejalan dengan Tuhan dan tidak berjalan di luar kehendak-Nya. Tak jarang pertengkaran di dalam keluarga terjadi karena kita tidak membawa masalah kita kepada Tuhan. Kita harus berdoa dan memupuk hubungan yang nyata dengan Tuhan sambil mencari hikmat dan bimbingan-Nya. Firman Tuhan mengingatkan kita untuk "menjadi kuat di dalam Tuhan dan di dalam kekuatan kuasa-Nya, dan memakai perlengkapan senjata Allah, supaya kita dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis" (Efesus 6:10-11). Kita dapat melawan semua masalah yang mencoba merusak pernikahan dan keluarga kita. Tuhan menyediakan kekuatan yang kita butuhkan untuk berhasil menang dalam pernikahan kita. Jadi, mari gunakan masalah yang kita hadapi untuk berlutut mencari Tuhan dan semakin dekat dengan-Nya. Dengan hikmat, kasih, dan kekuatan dari Tuhan, kita dapat berusaha untuk memandang satu sama lain dalam hubungan pernikahan dan keluarga melalui mata Tuhan, sehingga kita akan melakukan segala upaya untuk mempertahankan pernikahan dan keluarga kita, menjalani kepenuhan hidup bersama dalam kasih karunia dan pengetahuan Tuhan Yesus Kristus yang akan menopang dan menjaga pernikahan serta keluarga kita tetap aman. [EH]

Perhatikan dan tuliskan perubahan hubungan yang terjadi di antara anggota keluarga setelah Anda melakukan hal-hal di dalam Tantangan.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com