HIDUP DAN MATI DIKUASAI LIDAH

Kamis,26 Oktober 2023

BACAAN ALKITAB HARI INI

Kejadian 31:32; 35:16-19

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Amsal 18:21

RENUNGAN INSPIRASI

Ada pelajaran penting yang bisa kita ambil dari perkataan Yakub. Ketika Yakub berhasil kabur membawa kedua istri, gundik, dan anak-anaknya, tak lama setelah itu, mertuanya Laban mengetahuinya dan menyusul Yakub di sekitar pegunungan Gilead. Laban menuduh Yakub mencuri terafim, patung dewa-dewa miliknya. Yakub yang tidak mengetahui bahwa Rahel telah mengambil patung itu pun menantang Laban untuk memeriksa seluruh bawaan mereka. Merasa ingin membuktikan kejujurannya, Yakub berkata, "Tetapi pada siapa engkau menemui dewa-dewamu itu, janganlah ia hidup lagi. Periksalah di depan saudara-saudara kita segala barang yang ada padaku dan ambillah barangmu." (Kejadian 31:32). Perkataan yang diucapkan oleh Yakub itu akhirnya menjadi kenyataan. Belum tiba di tempat tujuan, ketika masih dalam perjalanan, Rahel meninggal setelah melahirkan putra keduanya (Kejadian 35:16-19).
Firman Tuhan berkata bahwa hidup dan mati kita dikuasai oleh lidah, siapa suka menggemakannya akan memakan buahnya (Amsal 18:21). Masalahnya, kita sering melontarkan kata-kata kasar dan negatif ketika dilanda kemarahan, kegeraman, ketidaksabaran, dan berbagai situasi yang menekan emosi. Coba sekarang renungkan, seberapa mudah para orang tua melabeli anaknya sendiri dengan perkataan "bodoh" atau "keras kepala", maka tak heran jika anaknya menjadi keras kepala. Tak sedikit kata-kata buruk yang terucap sehingga menjadi "kutuk" dalam keluarga kita dan menimbulkan kepahitan bagi sesama. Penulis Yakobus bahkan menjelaskan bahwa lidah yang tak bisa dikekang merupakan suatu dunia kejahatan (Yakobus 3:6). Perihal ini, Yesus mengatakan demikian, "Bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati." Maka isilah perbendaharaan hati kita dengan hal-hal baik, yaitu firman Tuhan. Dengan demikian kita dapat melahirkan ucapan-ucapan yang memberkati. Ingatlah, setiap kata sia-sia yang kita ucapkan harus dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman (Matius 12:34-36). [RS]

REFLEKSI DIRI

1. Mengapa kita harus berhati-hati dengan perkataan kita?
2. Apakah Anda cenderung tidak bisa menahan perkataan yang buruk ketika sedang marah? Komitmen apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasinya?

POKOK DOA

Bapa, ampuni jika terkadang aku begitu mudah mengucapkan perkataan-perkataan yang buruk ketika sedang marah atau tertekan. Mulai saat ini aku akan belajar untuk tidak lagi mengatakan hal-hal buruk, mampukanlah aku ya Roh Kudus. Dalam nama Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Jangan mudah memperkatakan hal-hal buruk. Isilah hati kita dengan kebenaran firman Tuhan dan hal-hal baik, supaya mulut kita mengeluarkan ucapan-ucapan yang memberkati.

HIKMAT HARI INI

Jangan sampai hal-hal buruk dalam kehidupan kita bersumber dari perkataan-perkataan buruk yang kita ucapkan.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com