DEWASA ROHANI

Rabu,22 November 2023

BACAAN ALKITAB HARI INI

Efesus 4:13-15; Ibrani 5:12-14

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Efesus 4:14

RENUNGAN INSPIRASI

Sebagian besar dari kita pasti pernah mendengar gurauan demikian, "Namanya juga anak-anak, ya gampang dikibulin." Hal itu dikarenakan anak-anak masih memiliki pemikiran yang dangkal, tidak memiliki pertimbangan dan pemahaman yang mendalam. Lain halnya dengan orang dewasa yang memiliki pemahaman lebih luas, dalam, dan dapat mempertimbangkan sesuatu. Itu sebabnya orang yang dewasa tak mudah digoyahkan. Prinsip demikian berlaku dalam hal kerohanian kita. Orang yang dewasa secara rohani tidak mudah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, seperti nasihat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus, yang kala itu rentan terhadap penyembahan berhala.
Sejatinya, semakin lama kita menjadi orang percaya seharusnya kita semakin dewasa secara rohani. Sayang pada kenyataannya, banyak dari kita yang telah belasan bahkan puluhan tahun menjadi orang Kristen tetapi tetap tidak dewasa secara rohani. Inilah yang terjadi kepada orang Kristen Yahudi di Ibrani, yang jika ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar. Namun seperti kata Paulus, mereka masih perlu diajar asas-asas pokok dari penyataan Allah, mereka masih memerlukan susu dan bukan makanan keras (Ibrani 5:12-14). Dari kebenaran ini kita mendapati satu prinsip, bahwa orang yang dewasa rohaninya adalah mereka mau menerima "makanan keras". Makanan keras merupakan analogi dari ajaran-ajaran yang perlu dicerna, yang sifatnya mengusik kedagingan dan kenyamanan kita. Jadi, kita tak sekadar menyukai khotbah-khotbah yang lucu, khotbah-khotbah yang hanya bertemakan berkat, yang hanya menyenangkan telinga kita. Sebaliknya kita juga terbuka menerima ajaran yang menegur kita, mendorong perubahan, memperbaiki kelakuan, menyatakan kesalahan, membimbing kita pada kebenaran. Tentu kedewasaan tidak terjadi secara otomatis. Untuk itu, menjadi dewasa secara rohani membutuhkan niat dan proses belajar. Kita harus mau mendisiplinkan diri untuk mempelajari firman Tuhan. Mempraktikkan setiap kebenaran yang telah dipelajari dan dipahami dalam keseharian kita. Sebab, pengetahuan tak akan berfaedah jika tidak dipraktikkan. Jadi, mari kita semua yang telah bertahun-tahun menjadi orang percaya berkomitmen untuk menjadi dewasa secara rohani dengan memiliki waktu khusus secara pribadi untuk merenungkan firman-Nya setiap hari. Pastikan setiap kebenaran yang kita pelajari meresap ke dalam hidup kita dan turut merubah karakter kita untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus. Mari kita mencapai kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. [RS]

REFLEKSI DIRI

1. Bagaimanakah ciri seseorang yang dewasa secara rohani? Sudahkah Anda dewasa secara rohani?
2. Apa pentingnya menjadi dewasa secara rohani?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, aku mau bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang-Mu, mengalami kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. Mampukan aku bertekun dalam firman-Mu dan melakukannya. Dalam nama Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Miliki waktu khusus secara pribadi untuk merenungkan firman Tuhan setiap hari. Pastikan kebenaran itu meresap dalam hidup kita dan turut merubah karakter kita menjadi semakin serupa dengan Kristus.

HIKMAT HARI INI

Kedewasaan rohani membutuhkan niat dan proses belajar. Pertanyaannya, maukah Anda menjadi orang yang dewasa secara rohani?
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com