JADILAH SEORANG SAHABAT SEJATI

Kamis,23 November 2023

BACAAN ALKITAB HARI INI

1 Samuel 20:31-42

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Amsal 17:17

RENUNGAN INSPIRASI

Sangat banyak orang yang menjalin pertemanan untuk memperoleh keuntungan semata. Hubungannya hanya didasari oleh keuntungan. Jika tidak ada sesuatu yang diperoleh dari orang tersebut, maka tidak perlu membangun hubungan dengannya. Pada dasarnya, Alkitab memberi prinsip-prinsip tentang persahabatan yang sejati dan bagaimana sejatinya membangun sebuah persahabatan.
Daud dan Yonatan adalah gambaran dalamnya sebuah persahabatan sejati. Alkitab mencatat Yonatan mengasihi Daud seperti jiwanya sendiri (1 Samuel 18:1). Ini terbukti dari sikap-sikap Yonatan terhadap Daud. Saul, ayah dari Yonatan, sangat membenci Daud karena merasa iri dan takut kalau-kalau kerajaannya tidak akan kokoh dikarenakan keberadaan Daud yang lebih disukai banyak orang. Hal ini membuat Saul kerap kali hendak membunuh Daud secara terang-terangan. Tetapi Yonatan selalu berusaha membela. Yonatan mengatakan hal-hal yang baik mengenai Daud kepada ayahnya (1 Samuel 19:4). Namun hal ini tidak merubah kebencian Saul. Itu sebabnya, Yonatan dengan berani menentang sikap ayahnya yang salah karena sangat membenci Daud. Hingga suatu kali Saul marah dan hendak membunuh Yonatan sendiri karena selalu berusaha membela Daud (1 Samuel 20:33). Yonatan setia menjaga persahabatan sampai akhir hidupnya. Ia menunjukkan bagaimana ia selalu berada di saat-saat tersulit kehidupan Daud. Salah satu prinsip yang firman Tuhan ajarkan mengenai persahabatan adalah menaruh kasih setiap waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran (Amsal 17:17). Alkitab juga mencatat seorang sahabat bahkan lebih karib daripada seorang saudara (Amsal 18:24). Tidak berlebihan jika dikatakan Amsal ini diajarkan oleh Daud kepada anaknya Salomo, sebagai orang yang telah merasakan sendiri bagaimana persahabatannya dengan Yonatan. Tuhan Yesus sendiri menggambarkan bagaimana kasih yang terbesar adalah kasih yang berkorban terhadap sahabat (Yohanes 15:13). Persahabatan bukan sekadar hubungan sedalam kita mengenali karakter dan sifatnya, tetapi seberapa dalam wujud kasih kita dengannya. Bagaimana hidup kita menjadi tangan yang siap menolong ketika sahabat kita dilanda kesukaran, dan bukan malah menghindarinya. Sudahkah kita menjadi orang yang bersedia berkorban ketika sahabat kita ada di titik terendah kehidupannya, dan tidak menjauh ketika yang lain menjauhinya? [RS]

REFLEKSI DIRI

1. Sudahkah Anda menjadi seorang sahabat yang baik? Dengan cara bagaimana?
2. Apa karakteristik yang diajarkan oleh firman Tuhan untuk menjadi seorang sahabat yang baik?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, Engkau telah menjadi Sahabat yang baik bagiku, dengan memberikan nyawa-Mu sendiri bagiku. Mampukan aku Roh Kudus untuk menjadi sahabat yang baik, peduli, yang mau menolong ketika sahabatku dalam kesusahan. Dalam nama Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Syukuri persahabatan Anda. Jadilah seorang sahabat yang baik dengan menjadi pribadi yang penuh kasih, peduli, dan rela menolong sahabat Anda ketika dalam kesukaran.

HIKMAT HARI INI

“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” – Tuhan Yesus
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com