SIMON’S UNEXPECTED JOURNEY

Senin,25 Maret 2024

BACAAN ALKITAB HARI INI

Markus 15:15-21; Lukas 23:26

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Lukas 9:23

RENUNGAN INSPIRASI

Salah satu orang yang masuk ke dalam catatan bersejarah di hari Jumat yang paling mengerikan adalah Simon dari Kirene. Peristiwa yang dialaminya hari itu membuatnya menjadi dikenal seluruh dunia di mana Injil Kristus diberitakan. Memang tidak banyak informasi yang kita dapatkan mengenai Simon, tapi Alkitab dapat memberi kita kesan yang mendalam meski hanya dalam beberapa pasal, ayat, bahkan kata.
Berdasarkan bacaan Alkitab hari ini, Yesus sudah dalam kondisi memprihatinkan karena siksaan yang sangat berat sebelum Ia disalibkan. Markus 15:21 menunjukkan bahwa Simon baru saja datang dari luar kota, ia hanya lewat dan dipaksa memikul salib Yesus. Secara geografis, Kirene yang saat ini dikenal sebagai bagian dari Libya adalah kota dengan populasi Yahudi yang besar, dan kebanyakan dari mereka akan berupaya pergi ke Yerusalem untuk Hari Paskah. Itu artinya Simon baru saja melakukan perjalanan sejauh 1.300 kilometer yang diperkirakan memakan waktu hingga satu bulan lebih. Selain itu, berdasarkan fakta sejarah, berat salib yang dipikulnya bisa mencapai 136 kilogram. Kita memang tidak tahu tujuan spesifik Simon pergi ke Yerusalem, tapi mengetahui jauhnya perjalanan yang harus ia tempuh, kita tahu ia memiliki agenda yang cukup penting. Namun karena kejadian yang tak terduga terjadi atasnya, ia dipaksa mengenyampingkan agendanya demi agenda Tuhan yang jauh lebih penting, yaitu memikul salib Kristus. Kita tahu bahwa tidak ada pengalaman pribadi dengan Tuhan Yesus yang terjadi secara kebetulan, apa yang mulanya terlihat seperti gangguan terhadap rencana kita, sebenarnya ada dalam rencana besar Tuhan, dan kisah Simon dari Kirene dicatat untuk mengingatkan panggilan kita untuk menyangkal diri, memikul salib setiap hari, dan terus mengikut Tuhan. Tidak ada yang lebih penting dari menjalani tanggung jawab dan konsekuensi dari mengikut Kristus, sekali pun itu artinya kita harus mengenyampingkan agenda pribadi kita, berjuang mengalahkan keinginan daging, bahkan menderita demi iman percaya kita. Perintah ini memang tidak mudah, tapi kita harus mulai mempraktikkannya melalui langkah-langkah kecil seperti berani berkorban demi pelayanan, berani menolak ajakan-ajakan yang berdosa, berani mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan, dan hal-hal lain yang menunjukkan integritas kita pada Tuhan. Saat kita setia memikul salib, kita akan melihat bahwa apa yang awalnya tampak seperti ketidaknyamanan, sebenarnya adalah pintu rahmat Tuhan yang mengaruniakan kita tuntunan-Nya, perlindungan-Nya, dan pertolongan-Nya. [LS]

REFLEKSI DIRI

1. Pernahkan Anda mengalami gangguan dalam rencana yang sudah Anda tetapkan? Bagaimana gangguan tersebut mempengaruhi sikap Anda?
2. Bagaimana Anda akan menerapkan langkah-langkah kecil dari menyangkal diri dan memikul salib?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, aku sadar seringkali aku mengikut Engkau dengan tidak sepenuh hati. Aku takut bayar harga, aku takut kehilangan dunia. Ampuni aku Tuhan. Aku mohon Roh Kudus memberiku kekuatan dan kesanggupan untuk memikul salibku demi nama Kristus. Di dalam nama Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Mempraktikkan langkah-langkah kecil yang menunjukkan penyangkalan diri dan memikul salib dalam keseharian kita.

HIKMAT HARI INI

Jika kita tahu betapa berharganya pengalaman pribadi dengan Tuhan, siapapun pasti akan berlomba untuk berada di posisi Simon untuk memikul salib Kristus.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com