THANK GOD IT’S (GOOD) FRIDAY

Jum'at,29 Maret 2024

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Kejadian 50:20

RENUNGAN INSPIRASI

Jika Anda merasa pilu dan sesak hati ketika menonton film "The Passion of the Christ", Anda tidak sendirian. Ulasan IMDb (Internet Movie Database) menunjukkan bahwa mayoritas penonton merasakan emosi, simpati, dan kesedihan yang mendalam. Memang hari Jumat itu adalah hari paling mengerikan dalam sejarah. Tidak pernah ada manusia yang hidup tanpa dosa diperlakukan sedemikian tidak adilnya, tidak pernah ada manusia yang mau mengalami kesengsaraan dan penderitaan dengan cara yang tidak pantas dan memalukan. Kita melihat bagaimana manusia merencanakan sesuatu yang jahat dan kejam pada Yesus. Bagaimana Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus (Matius 26:14-16), bagaimana imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat menjatuhi Yesus hukuman mati, menyerahkan Yesus kepada orang-orang bukan Yahudi agar Ia diolok-olok, disesah, dan disalibkan (Matius 20:18-19), bagaimana Pontius Pilatus tunduk pada apa yang tampaknya bermanfaat secara politis sehingga ia membebaskan Barabas dan menyerahkan Yesus untuk dicambuk dan disalibkan (Matius 27:26), dan juga bagaimana rakyat berteriak untuk mengenyahkan Yesus (Lukas 13:18). Dari semua yang terjadi, bagaimana kita menyebut hari Jumat yang sedemikian mencekam sebagai hari Jumat yang agung?
Kita menyebutnya Jumat Agung karena Tuhan bekerja melakukan kebaikan-Nya yang terbesar di tengah-tengah kejahatan manusia yang paling mengerikan. Seperti yang dikhotbahkan Petrus, bahwa Yesus diserahkan menurut maksud dan rencana Allah. Ia yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? (Roma 8:32). Oleh karena kebenaran ini, kita paham bahwa keadaan apa pun yang kita alami hari-hari ini tetap menunjukkan kedaulatan Allah demi kebaikan kita. Tuhan merenda kebaikan di hari yang paling mengerikan dua ribu tahun lalu, maka tidak ada satu pun rasa sakit, penderitaan, kehilangan, atau kesedihan, yang atasnya Allah tidak dapat menuliskan kebaikan bagi kita semua. Tangan Tuhan teguh mengerjakan segala sesuatu demi kebaikan kita, sehingga kita dapat bersyukur dan menyebut hari yang paling menggetirkan bagi seorang Anak Manusia, sebagai hari Jumat Agung. [LS]

REFLEKSI DIRI

1. Bagi Anda secara pribadi, apa makna Jumat Agung?
2. Bagaimana Anda menarik relevansi dari peristiwa penyaliban, kepada kehidupan Anda sehari-hari saat ini?

POKOK DOA

Bapa, aku bersyukur untuk kebaikan-Mu yang tak terukur. Kau menyerahkan Anak-Mu yang tunggal bagiku. Aku percaya, di tengah kondisi apapun yang aku alami, Kau sedang merenda kebaikan bagiku. Dalam nama Yesus aku percaya. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Bersyukur kepada Allah untuk apapun yang terjadi di hidup kita, sebab kita percaya Tuhan merenda kebaikan di tengah situasi apa pun yang menimpa kita saat ini.

HIKMAT HARI INI

Tidak ada satu hari pun yang luput dari rencana Allah bagi kebaikan kita.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com