PANGGILAN UNTUK BERBELAS KASIH

Minggu,31 Maret 2024

BACAAN ALKITAB HARI INI

1 Yohanes 3:16-18

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Kolose 3:12

RENUNGAN INSPIRASI

Tidak sedikit orang yang merasa dirinya mengasihi Tuhan, namun dalam realita sehari-hari tidak memiliki belas kasihan dalam dirinya. Padahal ini adalah dua hal yang saling berkaitan. Seseorang bisa begitu acuh terhadap sesamanya, ironisnya lagi mengabaikan saudaranya yang memang sedang membutuhkan. Firman Tuhan sendiri mempertanyakan, bagaimana mungkin kasih Allah ada di dalam diri kita, sedangkan kita mempunyai harta dan melihat saudara kita menderita kekurangan tetapi menutup pintu hati terhadap mereka? (1 Yohanes 3:17). Kita tak mungkin dapat mengasihi Allah yang tak kelihatan tetapi tidak mengasihi saudara kita yang terlihat (1 Yohanes 4:20). Itu sebabnya kita diminta untuk mengenakan belas kasihan layaknya pakaian yang senantiasa melekat dalam diri kita.
Alkitab mencatat hati Yesus selalu tergerak oleh belas kasihan. Saat melihat orang banyak bak domba tanpa gembala, hati-Nya terdorong untuk mengajar hal-hal yang tidak diajarkan oleh para pemimpin mereka yang tidak benar. Mendapati para imam dan ahli taurat yang memandang rendah orang-orang awam sehingga mengabaikan mereka, Yesus berbelas kasih dengan mengajar mereka. Tatakala penderita kusta memohon dan berlutut di hadapan Yesus, hati-Nya langsung tergerak lalu menyembuhkannya (Markus 1:40-41). Ketika melihat Maria menangisi kematian Lazarus, Yesus begitu terharu dan turut menangis, lalu membangkitkannya dari kubur (Yohanes 11:33-44). Melihat orang banyak mengikuti-Nya, hati Yesus iba lalu menyembuhkan mereka yang sakit (Matius 14:14). Yesus adalah kasih. Itu sebabnya Ia menekankan hukum yang terutama adalah mengasihi Allah dengan segenap hati, pikiran, dan kekuatan kita, dan yang selanjutnya menekankan satu hukum yang sama dengan itu, yaitu mengasihi sesama seperti diri sendiri (Matius 22:37-39). Dari sini kita menemukan keterkaitan hubungan kepada Tuhan dengan belas kasihan kepada sesama. Jadi, di dalam keseharian kita bangunlah hubungan yang dekat dengan Tuhan. Buang hal-hal yang menjauhkan kita dari-Nya. Jaga kekudusan agar kita diperkenan oleh Tuhan, sehingga hati kita peka dan dapat memancarkan belas kasih Allah terhadap sesama kita. [RS]

REFLEKSI DIRI

1. Sudahkah Anda menjadi pribadi yang berbelas kasih? Mengapa kita harus menjadi pribadi yang selalu memiliki belas kasihan?
2. Bagaimana cara kita agar bisa memiliki hati yang senantiasa digerakkan oleh belas kasih?

POKOK DOA

Ya Tuhan aku bersyukur untuk belas kasih-Mu bagiku. Sebagai anak yang Engkau kuduskan dan kasihi, aku mau mengenakan belas kasihan. Tolong aku untuk menjaga hubungan yang dekat dengan-Mu agar bisa memantulkan belas kasih-Mu. Dalam nama Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Bangunlah hubungan yang dekat dengan Tuhan, benahi hal-hal yang menjauhkan kita dari Tuhan, jaga kekudusan agar kita senantiasa diperkenan oleh Tuhan, sehingga hati kita bisa memancarkan belas kasihan Allah kepada sesama.

HIKMAT HARI INI

Hubungan yang baik dengan Tuhan adalah kunci agar dapat memantulkan belas kasih Allah terhadap sesama kita.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com