Tidak ada yang pernah menyangka, kalau seorang yang sangat membenci pengikut Kristus, dalam sekejap berubah menjadi pribadi yang sangat berbeda dengan sebelumnya. Semula Saulus begitu ingin mengakhiri gereja. Saulus sangat setuju dengan penyiksaan pengikut Tuhan. Hingga suatu kali saat ia pergi ke Damsyik untuk menangkap orang-orang percaya, tiba-tiba saja ada cahaya terang dari Surga melintas di sekelilingnya. Saulus terjatuh ke tanah. Ia mendengar suara berkata, "Saulus, Saulus, mengapa kamu menganiaya Aku?" "Siapakah Engkau, Tuhan?" Saulus bertanya. "Akulah Yesus," jawabnya. "Bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana dikatakan kepada kamu apa yang harus kamu perbuat." Saulus bangkit dan membuka matanya, tapi ia tidak bisa melihat. Saulus dituntun masuk ke Damsyik. Disanalah Saulus bertemu dengan Ananias, murid Tuhan. Dan ia menyatakan bahwa Tuhan menunjuk Saulus untuk menjadi murid-Nya. Ananias mendoakan Saulus. Saulus kembali dapat melihat dan sejak saat itu Saulus berubah. Ia tidak lagi membenci pengikut Tuhan. Sebaliknya ia malah menjadi salah murid Tuhan. Namanya berubah menjadi Paulus.
Tuhan bisa mengubah hati seseorang. Yang semula penuh kebencian, menjadi penuh belas kasih. Yang semula penuh ketidakpedulian, jadi berubah penuh dengan kasih terhadap sesama. Yesus pun bisa mengubah kita dalam sekejap, asal kita mau datang kepada-Nya. Tuhan mau kita mengakui setiap kelemahan dan kesulitan kita dihadapan-Nya. Maka kasih karunia-Nya akan melingkupi setiap kita. Kasih Tuhan memampukan kita menjadi pribadi yang sesuai dengan kehendak-Nya. [RK]