Ayub adalah seorang yang baik dan takut akan Tuhan. Ia kaya dan memiliki banyak anak. Tuhan sangat senang dengan Ayub. Tetapi, Setan, si jahat, tidak suka melihat Ayub hidup bahagia. Setan berkata kepada Tuhan bahwa Ayub hanya menyembah Tuhan karena Tuhan memberkati dia. Tuhan mengizinkan Setan untuk menguji Ayub. Pertama, semua ternak Ayub dicuri. Kemudian, semua anaknya meninggal dalam bencana. Ayub sangat sedih, tetapi ia tidak marah kepada Tuhan. Ia tetap menyembah Tuhan. Setan masih belum menyerah. Ia membuat Ayub sakit parah. Tubuh Ayub penuh dengan bisul yang gatal dan sakit. Istri Ayub berkata kepada Ayub, "Mengapa kamu tidak mengutuk Tuhan dan mati saja?" Tetapi Ayub menjawab, "Kita menerima yang baik dari Tuhan, masakan kita tidak menerima yang buruk?" Ayub tidak mengerti mengapa semua hal buruk ini terjadi padanya. Ia merasa sangat sedih dan bingung. Tetapi, ia tetap percaya kepada Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan mengasihinya dan akan menolongnya.
Dari kisah Ayub kita belajar bahwa peperangan rohani itu nyata. Setan ingin membuat kita marah kepada Tuhan dan berhenti menyembah-Nya. Tetapi, seperti Ayub, kita harus tetap percaya kepada Tuhan, bahkan ketika kita mengalami masa-masa sulit. Kita mungkin tidak mengerti mengapa hal-hal buruk terjadi. Tetapi, kita bisa percaya bahwa Tuhan memiliki rencana yang baik untuk hidup kita. Dia akan menolong kita melewati masa-masa sulit dan membuat kita lebih kuat. Baiklah kita selalu ingat bahwa Tuhan selalu menyertai kita, bahkan ketika kita mengalami masa-masa sulit. Tetaplah percaya kepada-Nya dan Ia akan menolong kita. [EH]