Sendy bersama Papa sedang berkendara di jalan raya. Saat itu, jalanan terlihat macet sekali. Saat Sendy melihat sekeliling, terlihat bahwa lampu lalu lintas tidak menyala. Akibatnya kendaraan yang lewat jadi tidak teratur dan saling berebut untuk mendahului. Lampu lalu lintas mengatur lalu lintas agar menjadi lancar. Ketika para pengemudi mematuhi lampu lalu lintas, keadaan menjadi baik dan teratur.
Tuhan Yesus mengatur hidup kita dan kita harus selalu taat kepada Tuhan. Tuhan Yesus memegang kendali dalam hidup kita, bahkan saat kita tidak baik-baik saja. Dalam bacaan Alkitab hari ini, kita membaca tentang Ayub. Ia adalah seorang yang sangat menderita. Ia kehilangan segalanya, tetapi Ia tetap percaya kepada Tuhan. Suatu hari, Tuhan berbicara kepada Ayub dari dalam badai. Tuhan menunjukkan kepada Ayub betapa besar kuasa-Nya. Tuhan menciptakan segala sesuatu, dan Ia memegang kendali atas segala sesuatu. Ayub menyadari betapa kecilnya ia dibandingkan dengan Tuhan. Ia merendahkan diri di hadapan Tuhan dan mengakui bahwa Tuhan adalah yang berkuasa atas segalanya. Ayub belajar bahwa meskipun ia tidak mengerti mengapa dia menderita, ia bisa percaya bahwa Tuhan memiliki rencana yang baik. Seperti Ayub, kita juga bisa merasa takut dan bingung ketika kita menghadapi masa-masa sulit. Kita mungkin bertanya-tanya mengapa hal-hal buruk terjadi. Tetapi, kita bisa merasa nyaman mengetahui bahwa Tuhan memegang kendali. Tuhan lebih besar dari masalah kita. Ia tahu segalanya, dan Ia memiliki rencana yang baik untuk hidup kita. Ketika kita percaya kepada Tuhan, kita bisa merasa aman dan damai, bahkan ketika kita tidak mengerti apa yang terjadi. Baiklah kita selalu ingat bahwa Tuhan selalu memegang kendali. Jangan takut, tetapi percayalah kepada-Nya. Ia akan menolong kita melewati masa-masa sulit dan membawa kita ke tempat yang lebih baik.[EF&EH]