Sebentar lagi tahun ajaran baru akan dimulai. Chico yang sebentar lagi akan masuk sekolah menengah pertama, tiba-tiba saja tampak cemas saat Mama mengajaknya ke sekolah barunya untuk mengambil seragam sekolah. Mama yang menyadari hal tersebut bertanya kepada Chico, "Muka kamu dari tadi Mama perhatikan sangat cemas. Ada apa?" "Chico takut nanti di sekolah baru, Chico tidak punya teman, Ma. Atau nanti Chico dianggap aneh," sahut Chico dengan lesu. Mama yang mendengarnya pun tersenyum, kemudian berusaha menghibur Chico, "Siapa yang tidak suka berteman dengan kamu kalau kamu mempunyai hati yang baik? Semua orang tentu saja senang berteman dengan orang yang murah senyum, suka membantu dan menolong orang lain. Setahu Mama, kamu kan anak yang baik, harusnya nanti pasti punya banyak teman!"
Rasa takut bukanlah hal yang aneh. Hal yang sama juga pernah dialami oleh Yosua saat Tuhan menunjukkan sebagai pengganti Musa untuk memimpin Israel keluar dari tanah Mesir. Ada keraguan di hati Yosua pada saat itu, namun Tuhan mengingatkan kembali jika kita hidup seturut firman-Nya dan setia menjalankan perintah-Nya, Tuhan yang melihat akan memperhitungkannya. Tuhan yang baik tidak akan membiarkan kita sendirian. Jadi kita sebagai anak Tuhan tidak perlu merasa cemas dan takut saat kita akan menghadapi kehidupan baru, seperti masuk sekolah baru, menghadapi ujian sekolah, atau berteman dengan orang baru. Kalau kita sudah menjadi anak Tuhan yang hidup sesuai dengan apa yang Tuhan mau, percaya saja Tuhan akan menyertai kita di setiap kondisi apapun. Percaya, berdoa, dan berserah saja. [DP]