Minggu itu, Pak Herlang dan para muridnya berkunjung ke air terjun. Sebelum berangkat, Pak Herlang menasehati para murid untuk selalu bersikap hati-hati karena medan perjalanan yang cukup berbahaya dan licin. Pak Herlang mengarahkan mereka untuk selalu mengikuti setiap langkah yang ia tempuh agar mereka bisa sampai di air terjun dengan selamat. Di tengah perjalanan, Agus tidak menaati perintah Pak Herlang dan mengambil jalan setapak yang lain. Akibatnya, Agus hampir jatuh tergelincir dan terantuk batu. Dengan sigap Pak Herlang segera menarik tangan agus sehingga Agus tidak sampai jatuh ke atas batu. Agus menangis sambil berkata, "Maafkan aku, Pak. Aku tidak taat pada perintah Bapak. Aku janji akan taat kepada Bapak sampai tiba di air terjun dengan selamat."
Belajar dari kisah Agus diatas, kita harus menyadari bahwa kita tidak bisa berjalan dengan kekuatan dan keinginan kita sendiri. Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus menaati perintah Tuhan dalam segala kondisi. Kita harus menyadari bahwa Tuhan pasti menyediakan jalan yang terbaik bagi kita sekalipun kita berada dalam kondisi yang sulit. Pada bacaan Alkitab hari ini, kita mengetahui bahwa Tuhan membuat tanah yang kering bagi umat Israel dengan memisahkan air Sungai Yordan agar mereka dapat menyebranginya. Kisah bangsa Israel menyeberangi Sungai Yordan ini mengajarkan kepada kita untuk tetap percaya kepada Tuhan dan berani melakukan apa yang Ia perintahkan, bahkan jika itu terlihat mustahil atau menakutkan. Oleh karena itu, kita harus terus taat pada Tuhan karena Tuhan sanggup membuka jalan bagi kita ditengah keadaan paling sulit sekalipun. [TS]