Suatu hari di rumah, Mama meminta Vincent untuk merapikan semua mainannya. Vincent segera mengangguk dan menjawab, "Iya, Ma." Namun, setelah itu Vincent justru kembali asyik bermain dan membiarkan mainannya tetap berserakan di lantai. Mama kemudian menghampiri Vincent dan berkata, "Apabila kamu sudah menyatakan kesanggupan, itu berarti kamu harus melaksanakannya sampai selesai." Akhirnya, Vincent memahami kesalahannya dan segera merapikan semua mainannya hingga tuntas. Melalui kejadian tersebut, Vincent belajar bahwa sekadar berkata "iya" saja tidaklah cukup; sebuah pernyataan harus disertai dengan tindakan nyata untuk membuktikan kesungguhan hati.
Hal serupa dapat kita pelajari dari tokoh Nuh dalam kitab Kejadian 6:11-21. Nuh menerima sebuah tugas yang sangat besar dan sulit dari Tuhan, yaitu membangun sebuah bahtera yang raksasa. Meskipun orang-orang di sekitarnya mungkin tidak memahami tindakannya dan pekerjaan tersebut sangat melelahkan, Nuh tetap memilih untuk percaya kepada firman Tuhan. Nuh tidak berhenti di tengah jalan atau bermalas-malasan, melainkan ia mengerjakan seluruh perintah Tuhan dengan teliti sampai tugas tersebut tuntas. Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa percaya kepada Tuhan berarti bersedia untuk taat dan menyelesaikan setiap tanggung jawab yang diberikan-Nya dengan sungguh-sungguh. Hari ini, kita dapat belajar meneladani ketaatan Nuh dengan menyelesaikan setiap tugas yang menjadi tanggung jawab kita. Contohnya adalah dengan merampungkan pekerjaan rumah tepat waktu, mengerjakan tugas sekolah dengan penuh integritas, serta mematuhi perintah orang tua maupun guru sampai selesai. Saat kita menjalankan tugas dengan setia dan tidak menyerah sebelum semuanya tuntas, kita sedang menunjukkan bahwa kita benar-benar menaruh rasa percaya kepada Tuhan. Mari kita berkomitmen untuk menjadi anak-anak Tuhan yang tidak hanya pandai berjanji, tetapi juga setia dalam bertindak dan menyelesaikan tugas dengan hati yang tulus. [VW]