Kita sering sekali mendengar istilah influencer, tetapi apakah kamu sudah memahami arti sebenarnya dari kata tersebut? Seorang influencer adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi banyak orang melalui perkataan, gaya hidup, atau tindakan yang ia lakukan. Sebagai contoh, jika seorang influencer mengatakan bahwa sebuah mainan sangat bagus, kita sering kali merasa tertarik untuk memilikinya juga. Begitu pula saat ia melakukan sesuatu yang dianggap keren, kita sering merasa ingin meniru perbuatannya.
Tahukah kamu bahwa sebagai anak Tuhan, kamu juga dipanggil untuk menjadi seorang influencer? Peranmu di sini tentu bukan untuk mempromosikan barang atau sekadar mengejar jumlah pengikut di media sosial, melainkan untuk menunjukkan kasih Tuhan yang nyata melalui perbuatan sehari-hari. Dalam kitab Lukas 5:13-20, kita melihat bagaimana kehadiran Yesus membawa perubahan besar dan dampak yang luar biasa bagi orang-orang di sekitar-Nya. Kehadiran-Nya selalu memancarkan harapan, kesembuhan, dan kasih. Hal yang sama juga diharapkan terjadi dalam hidup kita. Saat kamu memilih untuk bersikap jujur, ringan tangan dalam menolong sesama, serta berani mempertahankan kebenaran, kamu sedang menjadi pengaruh yang positif bagi orang lain. Inilah makna sesungguhnya dari menjadi garam dan terang dunia. Hidupmu dapat memberikan "rasa" yang baik dan menerangi kegelapan di sekitarmu. Saat teman-teman melihat konsistensi kebaikanmu, mereka mungkin akan berpikir untuk meneladani sikap tersebut, dan pada akhirnya, nama Tuhanlah yang akan dimuliakan melalui hidupmu. Mengikut Yesus sesuai dengan pesan dalam Lukas 9:23 berarti kita bersedia menyangkal diri dan memikul salib setiap hari untuk hidup benar di hadapan-Nya. Oleh karena itu, mari kita berkomitmen untuk menjadi influencer milik Tuhan, yaitu pribadi yang senantiasa membawa dampak positif dan memancarkan kemuliaan-Nya ke mana pun kita pergi. [JH]