Bayangkan kamu sedang membawa sebuah tas punggung yang sangat berat. Di dalam tas itu terdapat batu-batu besar yang melambangkan rasa marah, kesal, dan benci karena seseorang telah berbuat jahat kepadamu. Semakin lama kamu menyimpan rasa marah itu, tas tersebut akan terasa semakin berat dan membuatmu lelah untuk berjalan. Satu-satunya cara agar beban itu hilang adalah dengan mengeluarkan batu-batu tersebut. Itulah yang disebut dengan pengampunan.
Dalam Matius 6:12, 14–15, Tuhan Yesus mengajarkan hal yang sangat penting mengenai pengampunan. Yesus mengatakan bahwa jika kita mengampuni kesalahan orang lain, maka Bapa kita yang di surga juga akan mengampuni kesalahan kita. Namun, jika kita menyimpan dendam dan tidak mau mengampuni, maka hati kita pun tidak akan merasakan damai dari Tuhan. Mengampuni bukan berarti kita setuju dengan perbuatan jahat orang lain, tetapi kita memilih untuk melepaskan beban marah di hati kita karena Tuhan Yesus sudah terlebih dahulu mengampuni dosa-dosa kita. Menjadi anak Tuhan berarti belajar untuk memiliki hati yang luas. Saat teman kita merusak mainan kita atau berkata kasar kepadamu, memang tidak mudah untuk langsung memaafkan. Akan tetapi, ingatlah betapa baiknya Tuhan Yesus yang selalu memaafkan kita saat kita melakukan kesalahan. Dengan kekuatan dari Tuhan, kamu bisa berkata, "Aku memaafkanmu," dan mengeluarkan "batu kemarahan" dari hatimu. Saat kita mengampuni, hati kita akan terasa ringan, bahagia, dan penuh dengan kasih Tuhan. [EH]