Bayangkan jika seseorang mengejekmu, merusak barang kesayanganmu, atau menyakitimu dengan sengaja. Apa yang biasanya ingin kamu lakukan? Mungkin kamu merasa sangat marah dan ingin membalas perbuatan mereka, bukan? Sangat sulit untuk bersikap baik, apalagi memaafkan seseorang yang sedang menyakiti kita saat itu juga.
Namun, mari kita melihat teladan yang sangat luar biasa dari Tuhan Yesus dalam Lukas 23:32-34. Ketika Yesus berada di atas kayu salib, Ia sedang mengalami rasa sakit yang luar biasa. Ia dihina, diejek, dan disiksa oleh orang-orang yang tidak bersalah. Padahal, Yesus tidak melakukan kesalahan apa pun. Namun, tahukah kamu apa yang Yesus katakan saat Ia sedang menderita di atas salib? Yesus tidak membalas kejahatan mereka dengan kemarahan. Sebaliknya, Ia berdoa kepada Allah Bapa, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Luar biasa, bukan? Di tengah rasa sakit yang hebat, Yesus tetap memilih untuk mengampuni orang-orang yang menyakiti-Nya. Kasih Yesus jauh lebih besar daripada rasa sakit atau rasa benci. Melalui peristiwa ini, kita belajar bahwa mengampuni adalah tanda kasih yang paling besar. Yesus ingin kita mengikuti teladan-Nya. Mengampuni bukan berarti kita menunggu sampai orang lain meminta maaf atau menunggu sampai rasa sakit kita hilang. Mengampuni berarti kita memilih untuk melepaskan pengampunan karena kita tahu Yesus pun telah mengampuni kita. Saat kita belajar mengampuni, kita sedang menunjukkan kasih Yesus kepada dunia. [EH]