Pernahkah kamu sedang asyik mewarnai, lalu tiba-tiba tanganmu tersenggol sehingga coretan warna keluar dari garis? Rasanya pasti sedih dan kesal. Kamu mungkin berpikir, "Yah, gambarku sudah rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi." Namun, bayangkan jika gurumu datang, tersenyum, dan memberikan selembar kertas gambar yang baru. Beliau berkata, "Tidak apa-apa, ini kertas yang baru. Kamu bisa mencobanya lagi." Perasaan lega dan senang pasti memenuhi hatimu karena kamu mendapatkan kesempatan kedua untuk membuat gambar yang indah.
Seperti itulah gambaran kasih Tuhan Yesus kepada Petrus. Sesaat sebelum Yesus disalibkan, seseorang bertanya kepada Petrus, "Bukankah engkau adalah murid Yesus?" Namun, Petrus menjawab bahwa ia tidak mengenal Yesus. Hal tersebut terjadi sampai tiga kali sebelum ayam berkokok. Petrus merasa sangat takut saat itu. Setelah mendengar suara ayam berkokok, Petrus tersadar dan merasa sangat sedih karena ia telah menyangkal Yesus. Setelah bangkit, Yesus menemui Petrus. Yesus tidak marah dan tidak menghukum Petrus. Yesus justru bertanya kepada Petrus sebanyak tiga kali, "Apakah engkau mengasihi Aku?" Melalui pertanyaan itu, Yesus memberikan Petrus kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya. Setiap kali Petrus menjawab bahwa ia mengasihi Yesus, Yesus memberikan tugas kepadanya untuk menggembalakan domba-domba-Nya. Melalui kisah ini, kita belajar bahwa Yesus adalah Tuhan yang penuh pengampunan. Meskipun kita pernah melakukan kesalahan, Tuhan tetap mengasihi dan mau menerima kita kembali. Bagian kita adalah mengakui kesalahan kepada Tuhan, percaya bahwa Ia telah mengampuni kita, dan berkomitmen untuk hidup dalam kebenaran-Nya. [JH]