Nicky Cruz dulunya adalah pemimpin kelompok remaja yang ditakuti karena sering berkelahi dan melakukan kejahatan di kota New York. Ia merasa tidak membutuhkan siapa pun, apalagi Tuhan. Namun, semuanya berubah saat ia mendengar pesan kasih Tuhan melalui David Wilkerson. Meskipun awalnya marah dan menolak, kasih Tuhan yang tulus perlahan-lahan melembutkan hati Nicky. Hidupnya diubahkan total—dari seorang yang penuh kebencian menjadi pembawa kabar damai yang menceritakan kehebatan Tuhan ke seluruh dunia.
Kisah Nicky Cruz di atas sangat mirip dengan apa yang terjadi pada Saulus dalam bacaan Alkitab kita hari ini. Saat Ananias datang mendoakan Saulus, seketika itu juga "selaput" yang menutupi matanya jatuh dan ia dapat melihat kembali. Tuhan memulihkan Saulus dan memenuhi hatinya dengan Roh Kudus. Perhatikan apa yang dilakukan Saulus setelah hatinya dipenuhi Roh Kudus: ia tidak diam! Saulus langsung pergi ke rumah-rumah ibadat dan memberitakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Orang-orang heran dan takjub melihat perubahan hidup Saulus yang begitu drastis. Inilah rahasia kekuatan seorang saksi Tuhan: hati yang sudah merasakan kasih-Nya tidak akan bisa diam. Jika Tuhan sanggup mengubah hati Saulus yang dulu memusuhi Tuhan dan mengubah hati Nicky yang dulu penuh kebencian, Ia pun sanggup mengisi hati kita dengan keberanian. Menjadi saksi Tuhan tidak selalu harus berdiri di depan mimbar yang besar. Kita bisa mulai dengan keberanian mengakui Yesus di sekolah, misalnya dengan tetap jujur saat ulangan meskipun ada teman yang mengajak berbuat curang, atau tetap bersikap ramah kepada teman yang sedang dijauhi orang lain. Ketika kita melakukan hal yang benar karena kasih Tuhan, saat itulah kita sedang menceritakan kehebatan Tuhan kepada orang lain. [YO]