Ada orang yang selalu mengeluh, apatis, dan tidak bersungguh-sungguh dalam pekerjaannya. Beberapa orang menganggap pekerjaan dan bekerja sebagai hal yang buruk karena berpikir pekerjaan sebagai akibat dari kejatuhan manusia. Padahal sejatinya bekerja adalah panggilan setiap kita, sebagaimana Tuhan menempatkan manusia pertama dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu, serta dicontohkan oleh Tuhan kita yang menciptakan dunia dan memelihara dunia dengan kuasa firman-Nya, juga oleh Yesus yang menyelesaikan pekerjaan Bapa-Nya selama persinggahan-Nya di bumi.
Tuhan telah memanggil kita untuk menyenangkan-Nya dengan menghasilkan buah dalam setiap pekerjaan baik (Kolose 1:10). Ketika pekerjaan dilakukan di dalam Tuhan dan untuk Tuhan, itu pasti bermanfaat bagi orang lain dan memuliakan nama-Nya. Ketika Anda terlibat dalam satu pekerjaan, ketahuilah bahwa yang terpenting bukanlah tinggi rendahnya posisi atau sedikit banyaknya deskripsi pekerjaan, melainkan bagaimana cara kita bekerja dan untuk siapa kita melakukannya. Identitas kita melampaui pekerjaan kita. Yang berbahaya adalah jika seseorang tidak menemukan identitas dari hubungannya bersama Tuhan, maka pekerjaannyalah yang cenderung membentuk dan mendefinisikan orang tersebut. Inilah sebabnya banyak orang memiliki sikap yang salah dalam menjalani pekerjaannya. Entah mereka bermalas-malasan, selalu mengeluh, tidak berpikir untuk memberikan yang terbaik, dan pada akhirnya tidak mensyukuri pekerjaannya. Kita harus ingat, semua pekerjaan yang jujur adalah terhormat. Merupakan berkat yang luar biasa jika hari ini masih ada pekerjaan yang bisa kita jalani. Salomo juga mengatakan bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada bergembira dalam pekerjaannya. Jadi pekerjaan apa pun yang kita jalani saat ini, itulah lingkungan di mana kita dapat menunjukkan nilai-nilai kerajaan Surga dan berbagi harapan dengan membangun hubungan, menunjukkan karakter, integritas, serta dengan melakukan pekerjaan kita dengan hati-hati dan berkualitas. [LS]