Pilihan akan selalu berkorelasi dengan konsekuensi. Seorang remaja memilih untuk berkendara dengan temannya yang berada di bawah pengaruh alkohol, akibatnya kecelakaan tak terhindarkan dan ia menjadi korban. Seseorang yang memilih harta sebagai faktor nomor satu dalam mencari pasangan, membuatnya masuk dalam pernikahan yang menyiksa. Seseorang yang memilih mengikat perjanjian bisnis dengan orang yang korup, membuatnya harus terseret kasus hukum. Kita sering membuat pilihan yang tidak bijaksana. Masalahnya, ada pilihan-pilihan yang berakibat signifikan pada hidup kita. Pilihan dibuat, tindakan dijalankan, dan konsekuensi menunggu.
Hari ini kita belajar dari pilihan Lot. Abram dan Lot mengalami peningkatan kekayaan. Peningkatan itu mengakibatkan perkelahian antara gembala-gembala Abram dan Lot dikarenakan tidak ada cukup tanah untuk mereka masing-masing. Akhirnya Abram mempersilahkan Lot untuk memilih, dan ia memilih lembah Yordan yang subur serta berkemah di dekat Sodom. Kondisi Lot yang sangat kaya dan sedang menghadapi perselisihan menyebabkan meningkatnya tanggung jawab atas pilihannya. Sebab di sini Lot bukan hanya memilih untuk dirinya sendiri, ada keluarga dan pelayannya yang sangat banyak. Yang mendorong pilihan Lot adalah ia melihat lembah subur dan berpikir dapat lebih makmur di tempat itu. Ayat 10 mengatakan Lot melihat lembah itu "seperti tanah Mesir". Hatinya masih terpaut di Mesir, bahkan ia sama sekali tidak mempertimbangkan kenyataan bahwa orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap Tuhan (ayat 13). Kita tahu Lot dan keluarganya harus membayar harga yang sangat mahal atas pilihannya. Hidup kita akan terus diperhadapkan dengan pilihan-pilihan. Kita belajar dari kesalahan Lot dan dari kasus banyak orang di sekitar kita. Pengkhotbah katakan, "takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya", pengadilan-Nya berlaku untuk memberi konsekuensi. Karenanya, pilihan kita harus dimotivasi oleh prinsip-prinsip firman Tuhan. Dari kisah Lot, kita dapat menerapkan beberapa prinsip, yaitu pilihan yang lebih menghargai hubungan daripada kepentingan kita sendiri, pilihan yang didasarkan pada kesalehan daripada keserakahan, pilihan yang didasarkan pada persekutuan dengan Tuhan daripada persekutuan dengan dunia, dan pilihan yang berpusat pada janji kekekalan Tuhan daripada kesenangan instan. Sebelum memilih, cocokkan setiap pilihan dengan prinsip firman Tuhan. [LS]