Banyak tokoh-tokoh besar seperti Walt Disney, Eleanor Roosevelt, dan lainnya yang sepakat bahwa keingintahuan sangat baik sebagai penunjang kehidupan, dan kita setuju dengan ini. Namun pernahkah Anda mengalami kerugian finansial hingga kerugian emosional karena keingintahuan Anda? Misalnya keingintahuan untuk membuka profil media sosial seseorang, keingintahuan promo diskon, keingintahuan tren mode terbaru, keingintahuan rumah tangga orang lain, dan lain sejenisnya. Jika kita renungkan, benarkah ini sesuatu yang benar-benar penting untuk orang percaya ketahui? Keingintahuan kita bak pedang bermata dua. Ketika kita coba melihat dari sisi lainnya, hasrat untuk mengetahui bisa menjadi sama berbahayanya dengan hasrat akan makanan atau hasrat akan seks. Ketika ular menipu Hawa, ia memancing keingintahuannya dengan berkata, "bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." (Kejadian 3:5).
Tahukah Anda, salah satu hal yang berasal dari dunia ini, yaitu keinginan mata yang di maksud dalam 1 Yohanes 2:16 adalah "ophthalmos", yang juga berarti mata pikiran dan kemampuan mengetahui. Di era informasi seperti sekarang, kita membutuhkan lebih banyak kebijaksanaan untuk mendisiplinkan keinginan, termasuk keingintahuan. Jika tidak, keingintahuan akhirnya menjadi hasrat yang mendorong kita untuk mengetahui dengan cara yang salah, di waktu yang salah, dan dengan motivasi yang salah. Semakin kita tidak mendisiplinkan keingintahuan, maka semakin sedikit kita mengetahui apa yang benar-benar penting untuk diketahui. Firman Tuhan dalam banyak kesempatan mengajarkan kita mengenai hal-hal yang tidak perlu kita ketahui. Jangan suka ingin tahu tentang segala perkataan yang diucapkan orang (Pengkhotbah 7:21), tidak perlu ingin tahu urusan orang lain (Yohanes 21:21-22), tidak perlu tahu masa dan waktu yang ditetapkan oleh Bapa sendiri (Kisah Para Rasul 1:7). Mendisiplinkan keingintahuan berarti memupuk hati kita sedemikian rupa sehingga kita dapat menerima pengetahuan sebagai anugerah dari Tuhan. Mendisiplinkan keingintahuan juga artinya berusaha mengejar pengetahuan dengan cara yang benar, di waktu yang tepat, dan dengan motivasi yang benar. [LS]