Kita semua yang percaya kepada Kristus memiliki Roh Kudus yang tinggal di dalam diri kita. Namun selama kita hidup di bumi ini, kita tak hanya memiliki Roh Kudus, kita juga memiliki daging yang masih bersama kita dengan segala keinginannya untuk memuaskan diri kita sendiri. Seperti kata Pendeta J.C. Ryle, bahwa anak Tuhan memiliki dua tanda besar dalam dirinya, ia mungkin dikenal dengan peperangan batinnya, dan juga dengan kedamaian batinnya. Hidup ini menjadi arena pertarungan terus menerus antara keinginan untuk melakukan segala sesuatu dengan cara kita atau dengan cara Kristus.
Ketika Paulus mengingatkan jemaat di Efesus, kita membaca ada pilihan yang saling bertentangan, yaitu mabuk oleh anggur atau penuh dengan Roh (Efesus 5:18). Kata "penuh" sama dengan diarahkan atau dikendalikan oleh Roh, maka kita tidak akan menuruti keinginan daging. Kita harus tahu bahwa Roh Kudus memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari sifat lama kita. Memilih untuk mendengar dan mengikuti pimpinan-Nya akan selalu menjadi pilihan yang tepat. Sama seperti ketika kita baru pertama kali belajar menyetir, pasti tidak ada dari kita yang bertindak semaunya, kita akan sangat berhati-hati memperhatikan dan mengikuti instruksi dari pelatih kita, kita menyetir dengan pelan karena tahu risikonya besar. Begitu pula kehidupan seseorang yang dikendalikan Roh, mereka akan berhati-hati dan tunduk pada pimpinan-Nya. Sebab firman Tuhan ingatkan risiko orang-orang bebal yang membiarkan dirinya dikuasai keinginan daging, yaitu tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Ini serius, jangan lagi bermain-main dengan hal-hal yang cabul, sikap yang kotor dan tidak patut, mencintai barang-barang berlebihan, bermusuhan, sirik, cepat marah, suka menghasut, pesta pora serta mabuk-mabukan. Atau perbuatan daging yang tersamar seperti fantasi yang menyanjung diri sendiri, penilaian spontan terhadap orang lain, atau pikiran-pikiran jahat lainnya. Sekali lagi, ini memang pertarungan seumur hidup. Tidak perlu terkejut, justru dengan mengetahuinya, kita siap mawas diri setiap saat. Sebab beriman kepada Kristus adalah bagaimana kita mempercayai-Nya dan menyerahkan hidup kita kepada Roh hari demi hari untuk menghasilkan kehidupan yang berbuah. [LS]