Pernahkah kita mendengar bagaimana kita berdoa? Terpikirkah oleh kita untuk merenungkan dan menganalisis doa-doa kita, terlebih untuk memeriksa apa yang kita ucapkan? Kita dapat melakukannya sesekali. Kita bisa membuat catatan mengenai ucapan-ucapan kita di dalam doa yang kita yakini tidak terlalu memberi banyak kesan kepada Tuhan.
Rasul Paulus memberi tahu kita alasan di balik doa kita yang mungkin minim makna, yaitu sebab kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa. Paulus katakan bahwa kita ini memiliki kelemahan. Di tengah masalah dan penderitaan hidup, kita sangat mungkin menjadi tidak strategis di dalam doa kita. Doa kita sering tidak sesuai dengan kebutuhan kita yang sebenarnya. Baik itu mengenai hal permohonan kita, pengharapan kita, bahkan dalam motif kita. Paulus sendiri tiga kali berdoa kepada Tuhan supaya penyakitnya diangkat. Tapi jawaban Tuhan justru sebaliknya, dan ia jadi menyadari bahwa kuasa Tuhan menjadi sempurna dalam kelemahannya (2 Korintus 12:7-9). Karena itu, meski kita tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa, kita semua memiliki bantuan yang kita perlukan melalui pribadi Roh Kudus, yang juga berperan sebagai pembela kita. Roh Kudus memberdayakan kita dalam doa kita. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa tugas kita adalah berdoa sesuai dengan kehendak Allah, dan itu menuntut lebih dari sekedar penalaran manusia. Kita butuh hikmat dan kekuatan yang hanya dapat disediakan oleh Roh Kudus. Dengan begitu, doa setiap anak Tuhan berkuasa mengatasi hikmat dunia, kedagingan, dan juga Iblis. Oleh karena kita membutuhkan pertolongan Roh Kudus, maka kita perlu bersinergi dengan-Nya. Kita tidak boleh mendukakan Roh Kudus dan kita perlu dipenuhi Roh. Ia didukakan melalui kebohongan, kemarahan, obrolan-obrolan yang kotor dan tidak berguna, kedengkian, dan pertikaian kita (Efesus 4:30-31). Kita juga perlu dipenuhi Roh yang artinya dikuasai Roh. Pikiran dan kehendak kita harus tunduk pada kendali-Nya. Jika kita memupuk doa kita dalam Roh, percayalah akan ada perubahan besar dalam kehidupan doa kita. Doa tidak lagi menjenuhkan, kita justru akan semakin memanfaatkan hak istimewa kita untuk berdoa di dalam Roh. [LS]