Dalam perumpamaan orang Samaria yang murah hati, Yesus bertanya, "Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?" Ahli Taurat itu menjawab bahwa orang Samaria-lah yang telah menunjukkan belas kasihan. Orang Samaria adalah orang yang dimusuhi dan dibenci oleh orang Yahudi. Tetapi justru ialah yang turun tangan dan bersedia menolong musuhnya. Kemurahan hati orang Samaria inilah yang hendak Yesus ajarkan agar kita praktikkan dalam hidup kita. Tak sekadar bermurah hati kepada orang-orang yang "pantas" mendapatnya, tetapi lebih daripada itu kepada mereka yang menurut kita tidak pantas, seperti orang-orang yang memusuhi dan membenci kita. Hal senada juga Yesus katakan kepada murid-murid-Nya, agar mereka mengasihi dan berbuat baik kepada musuhnya, bahkan meminjamkan dengan tidak mengharapkan balasan atas hal itu, maka upah mereka akan besar dan mereka menjadi anak-anak Allah. Hal ini Yesus katakan sebab Tuhan baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Kemurahan hati adalah karakter Allah, yang oleh kemurahan hati-Nya jugalah telah menuntun kita kepada pertobatan (Roma 2:4).
Kita ada di era dimana kasih manusia menjadi semakin dingin, orang-orang akan semakin egois dan individualis, dan ada banyak hal yang tidak memerlukan kerjasama lagi karena tergantikan oleh teknologi dan tenaga robot yang sudah semakin canggih. Namun, ada satu hal yang tak mungkin digantikan, yaitu hal-hal yang dilakukan dengan sikap penuh kasih dan ketulusan. Empati yang didorong oleh kemurahan hati tak bisa diciptakan oleh mesin. Jadikan kemurahan hati gaya hidup kita, sebagai buah Roh dari kehidupan orang percaya. Tuhan telah mengajar dan melakukannya bagi kita, tugas kita adalah melatihnya setiap hari, tentu dengan kuasa Roh Kudus yang akan memampukan kita. Mulailah dengan menolong orang-orang terdekat kita dengan sikap tulus, bersikaplah baik kepada orang yang membenci kita. Percayalah bahwa tak ada kemurahan hati yang berlalu sia-sia. [RS]