MENANGGAPI NERAKA DENGAN SERIUS

Senin,26 Juni 2023

BACAAN ALKITAB HARI INI

Lukas 16:19-31; Markus 9:43-48

AYAT HAFALAN

Yudas 1:7

RENUNGAN INSPIRASI

Gilberth Keith Chesterton adalah penulis dan penyair yang sering disebut sebagai "pangeran paradoks". Sesuai dengan sebutannya, ia pernah mengatakan bahwa neraka adalah pujian besar Tuhan atas realitas kebebasan manusia dan kehormatan dari pilihan manusia. Secara tidak langsung, Keith mengingatkan kita bahwa Tuhan serius dengan neraka. Siksaan kekal di neraka atau sukacita abadi di Surga menunggu semua orang setelah kematian. Semua kembali pada tanggapan kita atas kasih karunia yang sudah Tuhan beri secara cuma-cuma.
Tanpa bermaksud menakut-nakuti, namun kesadaran bahwa neraka itu nyata dan mengerikan seharusnya membuat setiap kita sepakat untuk berusaha menghindari tempat tersebut. Neraka pada mulanya diciptakan sebagai tempat hukuman bagi Iblis dan malaikat-malaikatnya (Matius 25:41). Manusia yang memberontak terhadap Tuhan akan bernasib sama dengan para malaikat yang memberontak. Neraka adalah tempat siksaan sadar, sebagaimana yang dijelaskan dalam perumpamaan orang kaya dan Lazarus yang miskin. Orang kaya itu berseru memohon belas kasihan. Ia meminta Lazarus mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahnya, karena ia sangat menderita dalam nyala api (ayat 24). Atas seruan itu, Abraham meminta orang kaya itu mengingat bahwa ia telah menerima segala yang baik sewaktu hidupnya, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Maksudnya, Abraham ingin ia mengingat bahwa kehidupannya yang lalu telah dihabiskan dengan gaya hidup yang berpusat pada dirinya sendiri. Sedangkan Lazarus mati dan segera dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Akhir riwayat kedua orang itu tidak dapat diubah lagi saat kematian. Karenanya, orang kaya itu memohon agar Lazarus pergi ke rumah ayahnya, untuk memberi peringatan kepada lima saudaranya mengenai tempat siksaan tersebut, supaya kelak jangan sampai mereka pun berakhir kekal di situ. Abraham merasa tidak perlu, karena telah tersedia kesaksian Musa dan para nabi. Ada kesaksian tertulis yang dapat mereka baca, dengar, dan lakukan. Alkitab lebih dari cukup untuk mengingatkan kita. Jangan bermain-main dengan dosa. Sama seperti ketika Yesus mengingatkan para murid untuk menanggapi dosa dengan serius (Markus 9:43-48), Ia pun ingin supaya kita mengambil langkah apa pun yang diperlukan untuk menghindari dosa. Sebab tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam. [LS]

REFLEKSI DIRI

1. Bagaimana tanggapan Anda mengenai neraka?
2. Bagaimana kehidupan yang kita jalani saat ini? Adakah di antara kita yang masih bermain-main dengan dosa?

POKOK DOA

Bapa, aku bersyukur atas kasih karunia-Mu yang telah menyelamatkanku di dalam Kristus Yesus. Aku tidak mau menganggap sepi kemurahan, kesabaran, dan kelapangan hati-Mu. Roh Kudus mampukkan aku untuk hidup menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Jangan sepelekan kasih karunia Tuhan. Stop bermain-main dengan dosa.

HIKMAT HARI INI

Terlalu banyak manusia modern yang tidak percaya adanya neraka. Tolong ingatkan mereka tentang Sodom dan Gomora.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com