Setiap kali berbicara mengenai keuangan dan kemurahan hati, kita sadar sedang berada di area yang sensitif. Ketamakan, kekecewaan, serta kegagalan dalam bidang keuangan, menjadi alasan yang paling sering membuat orang mudah tersinggung dan tidak peduli terhadap kepentingan serta kebutuhan orang lain. Namun justru karena masalah ini, dan Alkitab memiliki lebih dari dua ribu ayat tentang uang serta harta benda, sebaiknya kita berpikir mungkin ini waktunya Firman Tuhan menyingkapkan dan menerangi kondisi hati kita yang sesungguhnya.
Alkitab berbicara dengan sangat jelas tentang uang karena hati dan rekening kita terikat erat, "di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada". Hati kita akan berada di mana kita menaruh harta. Jika kita menaruh harta dalam barang-barang dan hal-hal duniawi lainnya, hati kita berada di dunia ini, namun jika kita menaruh harta dalam kerajaan Allah, maka hati kita akan berada di sana. Jadi saat kita menunjukkan sikap tamak/serakah, sedih berlebihan, bahkan takut kehilangan harta benda, itulah tanda kita menaruh harta di bumi. Sebaliknya, saat kita menaruh harta kita di Sorga, kita pun akan menunjukkan beberapa tanda, salah satunya tercermin dalam kemurahan hati. Orang yang murah hati mengalami perubahan paradigma oleh karena telah mengalami kemurahan hati Allah. Mereka tidak menyimpan harta di bumi karena mereka sadar suatu saat harta benda akan lenyap, setiap orang akan meninggal dan menuju kediaman kekal. Namun kebaikan yang dilakukan bagi kerajaan Allah dan pemberian yang setia melalui penggunaan harta benda itulah yang akan bertahan selamanya. Karena itu, hari ini adalah kesempatan kita untuk belajar bertumbuh di dalam kemurahan hati dengan menggunakan keuangan kita untuk menolong anggota keluarga dan orang-orang kudus yang tidak berdaya untuk kebutuhan hidupnya (1 Tim. 5:3-16), menunjukkan dukungan kepada gereja lokal kita yang telah ditetapkan Tuhan untuk penginjilan dan pemuridan (3 Yoh. 7; 1 Kor. 9:3-14), organisasi Kristen yang mengabarkan Injil dan meringankan kebutuhan orang miskin, dan mereka yang melayani serta mengajari firman kepada kita juga layak mendapatkan perhatian kita (Galatia 6:6). Mari di sepanjang bulan ini kita belajar untuk menaruh harta di Sorga melalui praktik kemurahan hati. [LS]