Tamak menurut KBBI adalah selalu ingin beroleh lebih banyak untuk diri sendiri; loba; dan serakah. Ketamakan menjadi salah satu sifat manusia yang berakar pada rasa tidak puas, sehingga terus menerus mencari kebahagiaan, kedamaian, dan kesejahteraan dari hal-hal seperti uang, jabatan, kekuasaan, dan harta benda. Tahukah Anda, saat seseorang begitu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya –yaitu nafsu daging, nafsu mata, dan keangkuhan hidup, maka kasih Bapa tidak ada di dalamnya. Maka saat seseorang menjadi begitu tamak, maka yang perlu dipertanyakan adalah "kepada siapa kita mengabdi?", "siapa tuan yang kita layani?" Jadi, keserakahan bukan sepenuhnya masalah keuangan, melainkan masalah hati.
Kita mendapat gambaran yang lebih jelas melalu bacaan Alkitab hari ini. Akhan dari suku Yehuda diketahui telah melanggar perjanjian dengan Tuhan mengenai kota dan segala isinya yang dikhususkan bagi Tuhan untuk dimusnahkan. Ia mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Saat Yosua hendak menginterogasi Akhan, Yosua memulai dengan mengatakan, "Anakku, hormatilah Tuhan, Allah Israel" (ayat 19). Bagaimana bisa Akhan begitu berani mengambil barang-barang yang dikhususkan itu? Jawaban Akhan adalah, "aku mengingininya, maka kuambil" (ayat 21). Akhan lebih mengingini emas, perak, dan pakaian daripada Tuhan sendiri, sehingga ia melakukan hal-hal yang tidak menghormati Tuhan. Itulah akar ketamakannya. Kita pun harus berhati-hati saat mulai menginginkan hal-hal lain lebih daripada Tuhan. Itu sebabnya pemazmur mengajarkan, "Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau." Inilah pentingnya mengetahui dan menyimpan janji-janji firman Tuhan untuk mengingatkan dan menjaga kita dari segala ketamakan. Di samping itu, Paulus yang menganggap pengenalan akan Kristus jauh lebih mulia dari apa pun, mengingatkan kita untuk mengikuti cara hidupnya dan orang-orang lainnya yang hidup seperti dia (Filipi 3:17). Maka kita juga bisa memilih dan memperhatikan beberapa orang di sekitar kita yang kehidupannya sangat menghargai Kristus di atas hal-hal materi. Secara tidak langsung, kita akan terinspirasi dan memikirkan tentang mereka saat kita bergumul dengan ketamakan, dan semoga cara hidup kita pun segera menjadi inspirasi bagi orang lain yang sedang berusaha bebas dari ketamakan. [LS]