HARGA KESETIAAN

Selasa,10 September 2024

BACAAN ALKITAB HARI INI

2 Samuel 15:17-23

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Amsal 20:6

RENUNGAN INSPIRASI

Dalam satu fase kehidupan Daud, ia harus menerima kenyataan pahit ketika anaknya, Absalom, memimpin kudeta untuk menggulingkannya sebagai raja. Saat Daud bersiap-siap untuk melarikan diri sebelum Absalom tiba di Yerusalem, ada satu orang yang menarik perhatian Daud, yaitu Itai, orang Gat. Daud tidak mengerti mengapa orang asing yang merupakan pendatang itu mau mengambil risiko mengikutinya. Daud mendesak Itai untuk pulang dan tinggal bersama raja yang baru yaitu Absalom. Namun dari jawaban Itai, kita tahu apa itu kesetiaan, "Demi TUHAN yang hidup, dan demi hidup tuanku raja, di mana tuanku raja ada, baik hidup atau mati, di situ hambamu juga ada." Raja bagi Itai adalah Daud, bukan Absalom. Itai setia kepada Daud meski ada pengorbanan yang harus ia bayar. Kita melihat kesetiaan bukanlah kesetiaan yang sejati sampai kesetiaan itu harus dibayar dengan suatu pengorbanan.
Beberapa ciri kesetiaan sejati yang dapat kita pelajari dari Itai adalah ia melakukannya saat Daud berada "di bawah". Itai menunjukkan kesetiannya tanpa ragu-ragu, melainkan dengan yakin dan tegas. Itai juga melakukannya dengan sukarela, tanpa paksaan atau pun sogokan. Itai menunjukkan kesetiaannya di depan banyak orang, dan yang tidak kalah menarik, ia melakukannya dengan mengetahui harga yang harus ia bayar, sekali pun itu adalah kematian. Dari Itai kita belajar bahwa kesetiaan yang sejati tampaknya tak terpisahkan dari iman seseorang. Itai mengatakan, "Demi Tuhan yang hidup". Kesetiaannya lahir dari rasa percaya yang sungguh-sungguh kepada Allah Israel. Sehingga Daud pun mengangkat Itai menjadi komandan dari sebagian pasukannya (2 Samuel 18:1-2). Di sisi lain, Ahitofel, orang kepercayaan Daud yang sering makan bersamanya, justru mengkhianatinya. Maka benarlah kata penulis Amsal, "Banyak orang mengatakan bahwa mereka adalah sahabat-sahabat yang setia, tetapi sungguhkah demikian?" (Amsal 20:6 FAYH). Kesetiaan menjadi sifat yang terpuji dalam Alkitab. Oleh sebab itu, sebagai orang percaya, kita harus memiliki kesetiaan dalam hubungan kita dengan Tuhan (persekutuan dengan-Nya, doa, firman) dan otomatis terhadap tanggung jawab spesifik yang terkait dengan situasi kehidupan kita saat ini, baik itu di kantor, di gereja, dan di tempat tinggal kita. Seperti Daniel yang setia dalam tanggung jawabnya di urusan pemerintahan (Daniel 6:4), dan juga Musa yang setia dengan urusannya di rumah Allah (Bilangan 12:7; Ibrani 3:2). [LS]

REFLEKSI DIRI

1. Apakah Anda setia dalam berdoa, membaca firman, dan menjadi pelaku firman? Mengapa kesetiaan menjadi kualitas yang sangat penting bagi orang percaya?
2. Apa komitmen Anda terhadap Tuhan dan terhadap tanggung jawab spesifik Anda di kantor, di gereja, atau di tempat tinggal Anda?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, Kau mengajarku menjadi orang yang setia. Kiranya Roh-Mu memampukanku menjadi orang yang setia, terhadap urusanku dengan Tuhan, dan otomatis dalam tanggung jawab spesifikku di rumah, kantor, gereja, dan lingkunganku. Dalam nama Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Belajar setia terhadap urusan kita dengan Tuhan dan juga terhadap tanggung jawab spesifik kita di kantor, gereja, dan tempat tinggal.

HIKMAT HARI INI

Kesetiaan yang sejati adalah kesetiaan yang harus dibayar dengan suatu pengorbanan.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com