Upaya Nehemia untuk membangun kembali tembok kota Yerusalem akhirnya selesai dalam waktu lima puluh dua hari. Saat musuh dan bangsa-bangsa di sekitar mereka mendengar hal itu, mereka menjadi takut dan mengetahui bahwa Nehemia melaksanakan pekerjaan itu dengan bantuan Allah. Sampai sini, kita mungkin berpikir memoar Nehemia berakhir dan mereka pun hidup bahagia selamanya. Tapi nyatanya kehidupan setelah kemenangan justru lebih menantang. Para pemuka Yehuda saat itu saling berkirim surat dengan Tobia orang Amon, yang mencemooh pembangunan tembok. Para pemuka Yehuda memberitahu Tobia segala hal yang dibicarakan Nehemia. Di depan Nehemia, para pemuka selalu menyebut-nyebut segala kebaikan Tobia, padahal Tobia terus mengirimi Nehemia surat-surat yang menakutinya.
Dari kisah Nehemia, kita melihat bahwa kehidupan Kristen adalah medan pertempuran. Kita harus senantiasa waspada, sekali pun kita baru saja menang atas suatu masalah, menang melawan godaan, kedagingan, dan tipu muslihat Iblis lainnya. Kita diingatkan pada nasihat Pendeta Skotlandia Andrew Bonar, "Mari kita tetap waspada setelah kemenangan seperti sebelum pertempuran". Waktu yang paling berbahaya bagi kita adalah saat kita baru saja meraih kemenangan. Untuk beberapa alasan, tepat setelah kemenangan kita cenderung lengah, bersantai, atau mungkin merasa terlalu percaya diri, dan di saat-saat seperti inilah Iblis mencari orang yang dapat ditelannya. Tidak sedikit hamba Tuhan jatuh saat mereka berada di puncak, tidak sedikit rekan-rekan komsel yang baru saja pulang retret bertengkar hebat atau terlibat skandal. Apa yang Rasul Petrus katakan mengenai sadar dan berjaga-jaga adalah peringatan yang serius. Ia melanjutkan agar kita melawan Iblis dengan iman yang teguh. Kata "teguh" dari bahasa aslinya berarti pula solid dan tidak bergerak. Dengan kata lain, kita harus selalu mengupayakan agar iman kita tetap berada dalam kondisi prima. Itulah pentingnya agar kita tidak melewatkan satu hari tanpa membaca dan merenungkan Alkitab, memiliki kehidupan doa yang konsisten, terlibat dalam komunitas iman, menyadari secara spesifik berkat dan penyediaan Tuhan dalam hidup kita. Jadi, saat Anda menang atas suatu cobaan, godaan, dan tipu muslihat Iblis lainnya, Anda tetap perlu sadar dan berjaga-jaga dengan tidak sekali pun meninggalkan praktik-praktik yang membuat iman kita tetap teguh. [LS]