Di balik kesuksesan hamba Tuhan bernama Rick Warren, kita perlu tahu bagaimana ia mempraktikkan kehidupan yang penuh dengan kemurahan hati. Di awal pembangunan gerejanya, ia berkomitmen untuk memberi jumlah yang setara dengan seluruh gajinya selama tiga tahun. Namun, dengan cara yang ajaib Tuhan memenuhi kebutuhannya. Setiap tahun dia dan istrinya pun sepakat untuk meningkatkan pemberian. Ada kalanya ia melalui masa-masa yang begitu ketat dan sulit, namun ia tetap meningkatkan pemberiannya. Setidaknya selama 15 tahun terakhir ia telah menyumbangkan 91% dan hidup dengan 9% dari pendapatannya. Melalui buku "The Purpose Driven Life", buku ini tercatat dalam Guinness Book of Records sebagai salah satu buku terlaris sepanjang masa dalam 137 bahasa.
Berbicara mengenai hal memberi, sebenarnya tidak sebatas karena kita ingin diberkati, bukan pula untuk menyogok Tuhan untuk membalas kita berlipat-lipat kali. Tetapi ini adalah sebuah sikap hati yang mempercayai Tuhan sepenuh hati. Firman Tuhan berkata, "Your giving proves the reality of your faith" (pemberian Anda membuktikan realitas iman Anda). Dengan kata lain, pemberian kita mendemonstrasikan iman kita, mendemonstrasikan apa yang kita percayai akan janji Tuhan, bahwa Ia akan memelihara kita. Jadi, sikap kikir dan serakah disebabkan oleh ketidakpercayaan kita kepada Tuhan. Sedangkan Tuhan menghendaki kita untuk percaya pada janji-Nya. Itu sebabnya orang-orang yang sudah sampai pada tahap pengertian ini akan berani mengambil langkah iman, melampaui apa yang ada di depan mata. Faktanya, janda miskin takkan bisa membeli makan lagi dengan mempersembahkan dua peser, satu-satunya uang yang ia punya. Faktanya, janda Sarfat tak akan memiliki makanan lagi jika memberinya kepada Nabi Elia. Namun, kedua orang ini memutuskan untuk berani mengambil langkah iman dengan memberikannya. Satu perkataan yang diucapkan oleh Rick Warren, "Berapa banyak yang ingin kamu berikan, ini adalah ujian iman." Hari ini mari kita mengambil langkah iman dengan berani memberi bagi pekerjaan Tuhan! [RS]