Sekali waktu Yesus ditanya, "Siapakah sesamaku manusia?". Sebelum menjawab, Yesus membukanya dengan kisah seorang yang dirampok, terkapar dalam keadaan setengah mati. Melihat itu, seorang imam dan seorang Lewi –yang saat ini kita sebut sebagai pendeta atau rohaniwan, justru tidak berbuat apa-apa. Yang menolong adalah orang yang tidak sebangsa dan seagama, orang Samaria, yang notabenenya musuh orang Yahudi. Lalu Yesus menjelaskan dengan rinci tindakan orang Samaria itu sebagai wujud dari kemurahan hati. Mulai dari hati yang tergerak oleh belas kasih, mendatangi penyamun, membalut luka, menyirami dengan minyak dan anggur, menaikkan ke atas keledai, membawa, dan merawatnya. Tindakan yang membutuhkan pengorbanan besar baik secara fisik, emosi, dan materi. Sebab kita harus tahu bahwa perjalanan dari Yerusalem ke Yerikho berjarak 18 mil, sekitar 28 km, sehingga membutuhkan waktu yang panjang. Dengan medan yang terisolasi, orang-orang di jalan ini menjadi sasaran empuk bagi para penjahat, yang akan menemukan banyak tempat persembunyian dan rute pelarian ke gurun di mana tak ada seorang pun yang akan mengejar. Jadi saat Yesus berkata bahwa "seorang pria turun dari Yerusalem ke Yerikho", pendengarnya akan menyadari bahaya yang ditimbulkan oleh perjalanan ini, dan demikianlah yang dilakukan oleh orang Samaria, ia siap menghadapi risiko buruk. Dengan melalui gurun gersang, gelap, sepi, dan rawan, ia sendiri bisa saja dirampok di tengah jalan. Tapi melihat orang yang membutuhkan di depan matanya sendiri, ia menolongnya dan melalui jalan itu.
Maka jawaban Yesus atas pertanyaan tentang sesama manusia ialah orang yang hatinya tergerak oleh belas kasihan sekaligus menunjukkan belas kasihan itu. Kemurahan hati bukan emosi dan dorongan semata, ini adalah pengorbanan yang melampaui berbagai batasan. Jawaban ini juga menunjukkan bagaimana hati Kristus terhadap orang-orang di sekitar kita, yang membutuhkan tempat di hati kita untuk kita tolong. Mungkin mereka butuh perlindungan kita, bantuan, uang, pakaian, makanan kita, atau mungkin juga perhatian, pembelaan, dan penerimaan. Seperti kata Yesus, "Pergilah dan perbuatlah demikian!" [RS]