Satu tugas yang cukup sering terabaikan oleh orang percaya adalah mengelola harta di bumi dengan baik. Tuhan telah mempercayakan harta di bumi menurut kapasitas masing-masing anak-Nya, agar setiap kita dapat mengelolanya dengan baik dan benar. Mengelola harta dan keuangan atau yang sering disebut dengan "budgeting", adalah salah satu cara kita bertanggung jawab atas apa yang Tuhan percayakan pada kita. Tanpa perencanaan dan pengelolaan yang baik, segala sesuatu akan berjalan tanpa adanya kontrol, membuat kita menggunakan uang untuk hal yang tidak benar-benar bermanfaat.
Bacaan Alkitab mengenai kesetiaan dalam perkara kecil adalah dasar yang mendorong kita untuk menjadi orang yang dapat dipercaya dalam harta duniawi, supaya dapat dipercayakan harta di Sorga. Artinya, kita diberi tanggung jawab oleh Tuhan untuk mengelola serta menggunakan setiap harta untuk sesuatu yang membangun dan bermanfaat kekal. Kita pun melihat bagaimana harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, hal ini juga berbicara tentang pengelolaan yang baik sehingga di dalam rumah mereka selalu tersedia persediaan untuk memenuhi segala kebutuhan hidup. Karena itu, kita tidak boleh lalai dalam tugas pengelolaan keuangan. Pengelolaan keuangan mencakup besaran persepuluhan (tithing), tabungan (saving), pemberian (giving), kebutuhan/keperluan (spending), asuransi (protecting), dan investasi (investing). Ada banyak metode pengelolaan keuangan yang bijak, berdoalah untuk rencana pengelolaan yang paling tepat dan sesuai dengan profil Anda masing-masing. Sebagai saran, yang sudah pasti 10% untuk persepuluhan, 10% atau 3 kali kebutuhan setiap bulan untuk tabungan dan dana darurat, 5% untuk memberi, dan 75% untuk kebutuhan, asuransi serta investasi. Yang terpenting adalah memiliki rencana pengelolaan yang jelas dan selalu bertanggung jawab atas berkat yang Tuhan percayakan, sehingga Ia menemukan kita sebagai pengelola yang setia. [KH, LS]