BE ANGRY, AND DO NOT SIN

Selasa,24 September 2024

BACAAN ALKITAB HARI INI

Efesus 4:26-27

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Efesus 4:26

RENUNGAN INSPIRASI

Sementara banyak orang berjuang untuk mengendalikan emosi mereka yang meledak-ledak, tidak sedikit pula dari kita yang keliru dengan menekan atau menyimpan amarah kita, bahkan ada yang sampai di titik menyangkali eksistensi amarahnya. Akhirnya amarah yang terpendam ini menjadi bom waktu yang suatu saat akan meledak, dan sering kali dalam satu pemicu saja dapat seketika merusak hubungan kita dengan sesama. Anda tahu, ini banyak terjadi terutama di dalam organisasi rohani. Kemarahan yang tidak dikelola secara wajar bahkan jika itu adalah kemarahan yang benar dan tidak pernah diungkapkan, dapat berubah menjadi titik lemah yang dieksploitasi Iblis. Kita percaya ada prinsip alkitabiah yang dapat diterapkan dalam mengelola dan mengekspresikan amarah.
Di sepanjang sejarah Israel, kemarahan Allah dipicu oleh dosa umat-Nya. Dalam kitab Amsal, seorang raja dipandang sebagai sosok yang marah karena dosa (Amsal 14:34-35). Pun di dalam Perjanjian Baru, pemerintah ditetapkan secara ilahi untuk menimpakan murka kepada orang berdosa (Roma 13:4). Umat Allah secara natural bisa marah terhadap hal-hal yang membuat Allah marah. Jadi, pertama-tama tanyakan pada diri kita sendiri, "mengapa saya marah", "apa yang membuat saya begitu emosi", "apakah pribadi saya atau pekerjaan Tuhan yang diganggu", jika sebabnya berkaitan dengan alasan pribadi dan ego, lebih baik kita berfokus pada kasih, kesabaran, dan pengampunan. Selain karena dosa, kemarahan yang benar juga diungkapkan pada fokus pelanggaran yang tepat, tidak lepas kendali, dan disertai belas kasihan. Kemarahan yang benar tidak meledak-ledak, melainkan perlahan dan di waktu yang tepat, sebagaimana pesan Yakobus supaya kita lambat marah, karena orang yang cepat marah dan sedang marah cenderung tidak dapat menguasai dirinya (Yakobus 1:19-20). Yang terakhir dan tidak kalah penting, bahwa kemarahan yang benar perlu diungkapkan dan tidak perlu diperpanjang. Sebagaimana kata Paulus, "Be angry, and do not sin: do not let the sun go down on your wrath" (Efesus 4:26 NKJV). Jadi jika Anda marah, pastikan itu kemarahan yang benar dan jangan berbuat dosa, ungkapkan dengan cara yang alkitabiah dan segera padamkan amarahnya. [LS]

REFLEKSI DIRI

1. Apakah Anda bergumul dengan amarah yang telah lama disimpan? Pernahkah Anda mengalami satu kejadian yang begitu memicu amarah Anda?
2. Bagaimana komitmen Anda untuk berurusan dengan amarah tersebut ke depannya?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, aku mohon ampun untuk setiap dosa karena amarahku. Beriku kesabaran dan hikmat ketika melihat dosa di depanku, sehingga aku dapat mengungkapkan kemarahan yang benar dengan cara yang alkitabiah. Terima kasih Yesus, di dalam nama-Mu aku berdoa. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Menerapkan prinsip yang alkitabiah dalam mengungkapkan kemarahan yang benar.

HIKMAT HARI INI

Bila kita tidak dapat memastikan kemarahan yang benar dan mengungkapkannya dengan cara yang benar, lebih baik fokus pada kasih, kesabaran, dan pengampunan.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com