GENEROSITY CHECK-UP

Rabu,25 September 2024

BACAAN ALKITAB HARI INI

Lukas 16:10-13

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Lukas 6:36

RENUNGAN INSPIRASI

Yesus mengajarkan bahwa cara kita menangani perkara kecil akan memperlihatkan apakah kita dapat dipercaya untuk menangani perkara yang besar. Perkara kecil yang dimaksud disini adalah uang, sedangkan perkara besar mengacu pada hal-hal yang bernilai kekal. Jika kita tidak dapat dipercaya soal harta dunia, siapa yang mau mempercayakan kita harta yang sesungguhnya? Lagi pula seseorang tidak bisa bersikap setengah-setengah dalam hal ini, entah ia adalah hamba uang atau hamba Allah. Karena itu, kita harus memeriksa diri kita apakah kita begitu tergila-gila dengan harta dunia atau kita benar-benar mengabdi kepada Tuhan dan menyimpan harta di surga melalui pemberian kita yang murah hati dan memajukan tujuan kerajaan Allah.
Memang tidak mudah untuk mengevaluasi diri kita dalam hal kemurahan hati, karena ada unsur subjektif di dalamnya. Maksudnya, apa yang tampak murah hati bagi seseorang mungkin tampak pelit bagi orang lain, pun sebaliknya. Selain itu, kita tidak tahu apakah seseorang memberi dengan pengorbanan atau dalam kelimpahan. Jadi, kita seharusnya tidak menghakimi siapa pun, melainkan melihat diri kita sendiri dalam hal kemurahan hati. Pertama, lihat motivasi kita dalam memberi. Ada banyak motivasi yang salah, seperti kesombongan, keinginan untuk menguasai, rasa bersalah, pikiran "jika saya memberi, Tuhan akan memberi saya lebih banyak", dan tekanan/paksaan. Yang benar adalah karena Tuhan telah dengan murah hati dan penuh belas kasih memberi kita hidup yang kekal, maka kita menanggapi dengan meneladani sifat-Nya yang murah hati dan meneruskannya kepada sesama. Jika motivasi kita salah, kita bukanlah orang yang murah hati. Kedua, orang yang murah hati memberi dengan sukacita dan rasa syukur (2 Kor. 9:7). Tidak ada orang murah hati yang memberi dengan susah hati dan sungut-sungut. Ketiga, lihat tempo kita dalam memberi. Orang yang murah hati memberi dengan setia, bukan secara sporadis (1 Kor. 16:2). Sebab mereka yang murah hati mencerminkan hubungan yang konsisten dengan Tuhan dan prinsip-prinsip alkitabiah. Terakhir, orang murah hati saat mereka memberi sesuai dengan apa yang Tuhan percayakan padanya, untuk tujuan kekal. Pendeta Randy Alcorn berkata, "Tuhan memakmurkan saya bukan untuk meningkatkan standar hidup saya, tetapi untuk meningkatkan standar pemberian saya". Jadi cobalah renungkan, saat Tuhan meningkatkan pendapatan saya, apakah saya mencari cara untuk memberi lebih banyak atau membelanjakan lebih banyak. Ingat, tujuan kita bukan untuk mengumpulkan lebih banyak barang di bumi, melainkan untuk berinvestasi dalam hal-hal yang bernilai kekal. [LS]

REFLEKSI DIRI

1. Jawab dalam hati Anda, “apakah saya orang yang murah hati? apakah kehidupan saya membantu orang lain melihat bahwa Tuhan yang saya sembah murah hati?”
2. Apa komitmen Anda untuk menjadi orang yang murah hati?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, aku bersyukur untuk setiap berkat yang Tuhan percayakan padaku. Aku sadar bahwa selama ini aku tidak begitu murah hati, ampuni aku Tuhan. Tolong aku untuk menjadi orang yang murah hati melalui kehidupan pemberianku. Dalam nama Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Evaluasi kemurahan hati Anda, lihat hasilnya, perbaiki yang kurang.

HIKMAT HARI INI

Orang yang murah hati sadar bahwa apa pun yang ia simpan di bumi akan hilang, tetapi apa yang ia simpan di surga akan menjadi milik selamanya.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com