Banyak orang yang memulai sesuatu –entah itu pekerjaan, bisnis, atau hubungan, dengan penuh semangat. Namun entah bagaimana pada satu titik tertentu mereka bisa merasakan kejenuhan dan kekososongan dalam apa yang mereka jalani. Memang tidak mudah menggambarkan situasi emosional dengan kata-kata, tapi yang jelas, banyak orang kehilangan gairah dalam apa yang sedang mereka jalani. Tahukah Anda, ini bukan misteri, karena kenyataannya jiwa kita pun bisa mengalami kelelahan. Misalnya dalam hubungan, pemicunya bisa karena sakit hati yang menumpuk. Di dalam pekerjaan, pemicunya bisa karena tuntutan kerja yang berat atau rekan kerja yang sulit, dan misalnya di dalam bisnis, pemicunya bisa jadi karena kompromi-kopromi yang tersembunyi.
Siapa pun dari kita yang saat ini sedang mengalami kelelahan dalam jiwa, terimalah kabar baik bahwa Allah kita, tidak hanya menyelamatkan yang hilang, tetapi juga memulihkan yang diselamatkan. Saat Tuhan menyebut diri-Nya gembala, ini melukiskan kasih-Nya yang besar bagi umat-Nya. Seorang gembala tidak tenang saat salah satu domba keluar dari kandangnya. Ia tahu bagaimana memulihkan jiwa kita, Ia akan menggendong kita di pundak-Nya dan membawa kita pulang. Namun kita pun perlu memperhatikan Mazmur Daud berikutnya, yaitu, "Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya." Jalan yang benar adalah jalan dimana Tuhan mengajari kita firman-Nya dan membimbing kita melalui hati nurani. Dari sini kita paham bahwa pekerjaan kebenaranlah yang membawa damai dan kesegaran jiwa. Mereka yang berjalan di jalan-jalan yang benar dibimbing ke padang berumput hijau dan air yang tenang. Oleh karena itu, jangan simpan sakit hati dalam hubungan, pelajari bagaimana menanggapi dan menangani orang-orang yang sulit dalam pekerjaan, jangan terlalu khawatir dengan hal-hal yang berada di luar kontrol Anda, dan jangan abaikan kompromi-kompromi yang terkesan halus di dalam usaha atau bisnis Anda. [LS]