Kehidupan manusia di dunia ini sangatlah terbatas. Setiap manusia sedang menghitung mundur menuju "the point of no return", yaitu titik yang tidak bisa diubah, tidak bisa dinegosiasi, dan tidak bisa dihindari. Namanya kematian. Firman Tuhan katakan dengan jelas bahwa kesudahan setiap manusia ada di rumah duka. Karena itu, sementara kita masih hidup saat ini, kita diperintahkan untuk senantiasa memikirkan dan memperhatikan soal kematian yang menunggu setiap orang.
Bagi orang percaya, berakhirnya kehidupan kita di dunia ini bentuknya bisa melalui dua hal, yaitu kematian fisik, atau melalui kedatangan Yesus di udara, yang kita kenal dengan peristiwa "rapture". Sebagaimana Rasul Paulus memberi tahu kita suatu rahasia bahwa kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semua akan diubah dalam sekejap mata pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Juga seperti yang Paulus katakan dalam surat lainnya mengenai Kedatangan Tuhan, bahwa Tuhan Yesus sendiri akan datang kembali pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi (1 Tes. 4:16-17). Bagi kita yang masih hidup saat ini, dunia dan segala isinya tampak begitu nyata, sedangkan kematian dan segala sesuatu di dalamnya terasa seperti mimpi dan misteri. Tapi satu hari nanti, dunia inilah yang akan tampak seperti mimpi, sedangkan kematian dan segala sesuatu di dalamnya akan jauh lebih nyata daripada yang pernah kita bayangkan. Firman Tuhan katakan masa hidup kita tujuh puluh tahun, jika kuat delapan puluh tahun, dan jika dibandingkan dengan kehidupan kekal setelah kematian, masa hidup di dunia bagaikan sebutir pasir di hamparan pantai yang luas. Ingat, kewargaan kita adalah Sorga (Filipi 3:20-21). Jadi, hal yang jauh lebih penting dan harus kita pikirkan adalah kehidupan setelah kematian beserta dengan semua persiapannya. Di hari-hari terakhir ini, kita harus semakin serius dengan iman kita kepada Tuhan, berdiri teguh, dan jangan goyah. Biarlah pengingat akan kematian dan kefanaan hidup mendorong kita untuk semakin giat dalam pekerjaan Tuhan, terus hidup dengan tujuan kekal, serta kesiapan untuk menghadapi Hari Tuhan, dan juga penghakiman-Nya kelak (Ibr. 9:27). [LS]