LIFE O’CLOCK

Selasa,08 Oktober 2024

BACAAN ALKITAB HARI INI

Ayub 14:1-5; Roma 14:10; 2 Korintus 5:10

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Ibrani 9:27

RENUNGAN INSPIRASI

Saat kita merenungkan kehidupan ini, kita mendapati betapa lemahnya kita sebagai manusia. Lahir dari seorang perempuan, berumur singkat, serta menjalani kehidupan yang penuh masalah. Kita tumbuh seperti bunga, kemudian layu, dan menghilang seperti bayangan entah kemana. Jumlah umur manusia sudah Tuhan tentukan, jumlah bulannya sudah Ia pastikan, dan tak seorang pun dari kita yang dapat melangkahinya. Setiap hari kita semua sedang menghitung mundur menuju kematian, atau mengalami perubahan yang setara dengan kematian, seperti yang terjadi pada Henokh, Elia, apabila kita mengalami pengangkatan (1 Tes. 4:17).
Satu hal yang sering kita abaikan adalah kenyataan bahwa di setiap detik kita menuju kematian, setiap detik itu pula kita harus bersiap menghadapi penghakiman, sebab kita ditetapkan untuk mati satu kali dan sesudah itu dihakimi. Kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus. Yang perlu kita pahami bahwa takhta pengadilan Kristus bukanlah tempat dan waktu di mana Tuhan memberi hukuman, itu adalah tempat di mana pahala atau hadiah akan diberikan, atau tidak diberikan. Semua tergantung pada bagaimana kita menjalani hidup kita untuk Tuhan. Keselamatan adalah anugerah, namun ada pahala untuk kesetiaan, dan hilangnya pahala karena pelanggaran. Sebab kita tahu, iman yang hidup akan disertai perbuatan, dan Tuhan menilai ini sebagai hal yang patut dibalas (Wahyu 22:12). Juga saat Paulus menerangkan bahwa kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah, ia menggunakan kata "bema" yang mengacu pada pertandingan atletik Yunani, yaitu pertandingan Isthmian. Dalam pertandingan tersebut, kontestan bersaing untuk mendapatkan hadiah di bawah pengawasan ketat para juri yang akan memastikan setiap aturan dipatuhi (2 Tim. 2:5). Karena itu, kita semua akan menghadap "bema" Kristus, jika pekerjaan yang kita bangun tahan uji, kita akan mendapat upah. Namun jika pekerjaan kita terbakar, kita akan menderita kerugian, kita sendiri akan selamat namun seperti dari dalam api (1 Kor. 3:12-15). Jadi, dalam menjalani hari-hari hidup kita saat ini, hati-hati dengan apa yang tampak seperti pelayanan, namun karena motivasi yang salah dan cara yang tidak layak kepada Tuhan (karena dibangun dengan kayu, rumput kering, jerami), di pengadilan-Nya-lah akan nampak bahwa sesungguhnya kita tidak melakukan apa pun bagi Tuhan. Karena itu, jangan sampai pekerjaan kita terbakar. Selagi kita hidup, senangkan dan taati Tuhan dengan motivasi yang lurus dan hati yang tulus. Karena Ia bukan tidak adil sehingga lupa akan pekerjaan dan kasih kita. Dari Tuhan sendiri kita akan menerima bagian yang ditentukan sebagai upah. [LS]

REFLEKSI DIRI

1. Seberapa siap Anda untuk menghadapi pengadilan takhta Kristus?
2. Cobalah nilai secara jujur, adakah niat-niat, motivasi, dan cara-cara yang tidak berkenan di dalam pelayanan kita kepada Tuhan?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, aku mau hidup dengan kesadaran penuh bahwa suatu saat nanti aku akan menghadap Engkau.

YANG HARUS DILAKUKAN

Menyadari kita semua akan menghadap pengadilan takhta Kristus, dan dengan begitu memberi hidup untuk senantiasa taat dan menyenangkan Tuhan.

HIKMAT HARI INI

“Orang yang bertobat harus ditimbang dan dihitung.” – D. L. Moody
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com